Susahnya Mengawinkan Badak Putih Taman Safari Prigen

1530
Salah satu badak putih koleksi Taman Safari Prigen./wartabromo.com

Prigen (wartabromo) – Taman Safari Indonesia II Prigen, Pasuruan, sebagai lembaga konservasi berusaha keras mengembangbiakkan badak putih koleksi mereka. Namun hingga saat ini upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Kita akan terus berupaya mengembangbiakkan badak putih. Apalagi ini salah satu spesies yang terancam punah,” kata Nanang Tedjo Leksono, salah satu dokter hewan TSI II Prigen, di sela tumpengan memperingati Hari Badak se-Dunia di kawasan exibit satwa, Selasa (22/9/2015).

Hari Badak se-Dunia jatuh pada tanggal 22 September 2015. TSI Prigen menggelar kenduri dengan membuat tiga tumpeng buah yang diberikan kepada tiga koleksi badak putih. Tiga ekor badak putih koleksi Taman Safari Prigen masing-masing dua jantan Hans berusia 30 tahun dan Zuri berumur 13 tahun serta betina Wini yang berusia 15 tahun.

“Belum pernah terjadi perkawinan diantara ketiganya. Kalau di alam bebas biasanya untuk bisa kawin ada dua betina di antara satu pejantan,” jelas Nanang.

Susahnya badak kawin karena belum beradaptasi dengan sempurna dan lemahnya birahi si betina. “Si betina tidak memiliki birahi yang besar. Birahinya belum pada puncak,” jelasnya.

Untuk diketahui selain badak putih yang populasinya terus berkurang karena perburuan, badak Jawa dan badak Sumatera juga mengalami nasib serupa. Di Indonesia badak Jawa hanya menyisahkan sekitar 55 ekor sementara  badak Sumatera sekitar 200 ekor. (fyd/fyd)