Empat Pilar Kebangsaan, Idul Adha dan Nilai Luhur Pancasila

0
768

image

Pasuruan (wartabromo) – Hari raya kurban menjadi moment paling berharga bagi umat islam untuk saling berbagi dan merasakan pengorbanan dan kecintaan kepada kebaikan. Idul kurban menjadi sebuah pelajaran paling berharga bagi umat manusia atas semua kejadian menghadapi ujian dan cobaan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail, AS.

Perasaan rela berkorban demi sesama sebagai bentuk kepedulian sosial telah dituangkan pula dalam sila ke 5 dari Pancasila,  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang telah disusun oleh para Pendiri Bangsa di Nusantara.

Ajaran Pancasila yang seyogyanya terpatri dalam diri setiap anak bangsa untuk berkeadilan sosial terhadap sesama menjadi landasan bagi Anggota DPR/MPR RI Evi Zainal Abidin, BComm untuk terus mensosialisasikan 4 pilar Kebangsaan serta mengamalkan sila Pancasila dalam kehidupan sehari – hari termasuk dalam peringatan hari raya Idul Idha 1436 Hijriyah tahun ini.

Demikianlah materi yang disampaikan oleh Mbak Evi, saapan akrabnya, dalam kegiatan Sosialisasi 4 pilar yang diadakan di Kantor DPC Partai Demokrat.

Mbak Evi mengatakan, sosialisasi 4 pilar saat ini cukup istimewa karena bersamaan dengan momentum umat islam sedang mempersiapkan dan merayakan hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah.

“Ada banyak cara untuk bisa menanamkan kesadaran akan nilai – nilai pancasila dalam kehidupan kita sehari – hari. Para pendiri bangsa ini telah menuangkannya secara baik melalui sila Pancasila, ” tutur mbak Evi kepada para peserta sosialisasi 4 pilar MPR RI, Rabu (23/9/2015).

Dijelaskannya, mulai dari sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa hingga sila terakhir Pancasila saling berkaitan dan tidak bisa lepas satu sama lain. Karenanya, apapun yang kita lakukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa terlepas dari tebal tipisnya nilai ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Nilai nilai yang terkandung dalam pancasila menjadi bagian tak terpisahkan dari nilai agama yang kita anut. Nabi Ismail telah menjadikan bukti bahwa berkat ketaqwaan kepada tuhan, ia mampu mengorbankan dirinya untuk disembelih. Dalam konteks kekinian, mengutamakan kepentingan sosial atau kepentingan umum yang memberikan rasa keadilan sosial secara merata merupakan wujud nyata dari pengamalan Pancasila mulai dari sila pertama sampai sila kelima, ” terang legislator cantik asal Kabupaten Pasuruan ini.

Nilai-nilai kebangsaan dan nilai agama, lanjutnya memang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Pasalnya para pendiri bangsa telah menanamkan nilai nilai luhur itu sebagai pondasi kebersamaan dari berbagai keberagaman budaya.

“Mari kita sambut Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Kurban dengan kesiapan hati serta berniat menyisihkan rezeki untuk berkurban lillahi ta’allah, ” ajak Evi Zainal Abidin yang mengaku pulang kampung saat idul adha sebagai bagian dari tradisi toron (suku madura) sebagai bagian dari niat untuk berbagi kebahagiaan. (*)