Aktivis Pasuruan Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil

450
solidaritas petani
aktivis menggelar aksi teatrikal penganiayaan sadis yang dilakukan para preman atas Pak Kancil, petani Lumajang yang menentang tambang ilegal

Bangil (wartabromo) – Puluhan aktivis dari berbagai elemen, menggelar unjuk rasa salidaritas petani  Salim alias Pak Kancil, yang tewas dianiya tim preman di Lumajang 26 September 2015 lalu. Aksi digelar di depan Alun-alun Bangil, Rabu (30/9/2015).

Selain menghujat aksi sadisme yang dilakukan tim preman yang dibentuk Kepala Desa Awar-awar, para aktivis juga mengukuhkan Pak Kancil sebagai Petani Indonesia. Unjuk rasa itu juga sekaligus untuk melindungi kepentingan petani dalam memerangi aksi kejahatan lingkungan.

“Pak Kancil adalah pahlawan bagi petani di Indonesia. Karena dia bersama para petani lainnya, telah menentang kejahatan lingkungan berupa penambangan ilegal,” kata M Lutfi, Korlap aksi.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa membawa berbagai atribut yang bertuliskan nada kecaman, keprihatinan atas tindak kekerasan terhadap petani sekaligus pengrusakan lingkungan. Sejumlah atribut lainnya juga berisi ajakan kepada masyarakat, agar melakukan gerakan untuk mendukung petani.

Selain itu, dalam unjuk rasa tersebut, para aktitivis juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan kejadian penganiayaan sadis yang dilakukan preman terhadap Pak Kancil, hingga tewas mengenaskan.

Lakon diawali dengan penculikan terhadap Pak Kancil oleh para preman. Selanjutnya dilakukan penyiksaan dan penganiayaan sadis para preman dengan menggunakan berbagai alat, terutama senjata tajam dan pacul.

“Kasus Pak Kancil harus diusut dan diselesaikan secara tuntas oleh polisi. Aksi kekerasan yang sadis harus mendapatkan ganjaran setimpal. Bukan hanya itu, kejahatan lingkungan seperti penambangan ilegal, harus diberangus dan dihentikan oleh para penegak hukum,” tegas Lutfi.

Aksi sadisme terjadi pada Salim alias Pak Kancil pada 26 September 2015 lalu, karena Pak Kancil dan sejumlah para petani menentang keberadaan tambang pasir ilegal. Pak Kancil dianiya dengan sadis, dilukai dengan senjata tajam, kepala dicangkul dan mayatnya dibuang ke pinggiran jalan desa.

Sebelum penganiyaan terhadap Pak Kancil, para preman telah menculik dan menganiaya petani lainnya, yakni Tosan. Petani inpun juga dianiaya dan disiksa secara sadis, namun nyawanya masih bisa diselamatkan dan saat ini tengah dirawat intensif di rumah sakit.

Aksi kekerasan tersebut, memantik reaksi dari masyarakat luas. Sejumlah lembaga, seperti Komisi Anti Kekerasan dan Penculikan (Kontras), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan lainnya, telah melakukan pendampingan dan meminta pemerintah mengusut tuntas kasus itu. (hrj/hrj).