Korban Meninggal Insiden Mina asal Probolinggo Menjadi 12 Orang

635

image

Kanigaran (wartabromo) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, memastikan korban tragedi Mina asal kloter 48 Embarkasi Surabaya yang meningga dunia bertambah lagi. Jika sebelumnya 8 orang, kini menjadi 12 orang atau bertambah sebanyak 4 jamaah. Dua diantaranya adalah paramedis yang mendampingi 450 jamaah haji asal kloter 48.

Dua paramedis yang merupakan jamaah haji kloter 48 asal Kota Probolinggo, Ida Khusnul Hotimah, warga Desa Balung, Kecamatan Balung  Kabupaten Jember, dengan nomor paspor B1038879. Paramedis yang kedua adalah Tutik Indriyani Tukiyo, warga Jalan Mastrip Perumnas Blok B, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, dengan nomor paspor B1022712.

Sementara dua jamaah lainnya merupakan jamaah haji kloter 48 asal Kabupaten Probolinggo. Yakni Samsiya Binti Sarnuji, warga Dusun Pocok RT 17 RW 3 Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar, dengan nomor paspor A4514456.  Zainab Binti Darmo Sagimin, Dusun Tegginah RT 1 RW 2 Desa Gunggungan Lor Kecamatan Pakuniran, dengan nomor paspor B1587769.

Kasi Haji dan Umroh Kemenag  Kota Probolinggo Samsur, mengatakan keempat jamaah yang meninggal tersebut, sebelumnya dinyatakan hilang kontak sejak targedi Mina pada 24 September lalu. Dengan begitu, jamaah haji yang meninggal dalam tragedi Mina asal kloter 48 menjadi 12 orang.

“Mereka berempat sebelumnya masuk daftar jamaah yang hilang kontak. Dengan begitu, berdasarkan rilis Kadaker Mekkah masih ada dua jamaah yang masih hilang kontak. Semuanya dari Kabupaten Probolinggo, ” ujarnya kepada wartabromo.com, Jumat (2/10/2015).

Sebelumnya, berdasarkan informasi dari Posko Pengaduan Keluarga Jamaah Haji di Kantor Pelayanan Haji Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, diketahui korban meninggal asal Kabupaten dan Kota Probolinggo dalam kloter 48 Embarkasi Surabaya sebanyak 8 orang.

Sementara, Plt Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Ato’illah membenarkan saat ini masih ada dua jamaah yang dinyatakan hilang kontak. Mereka adalah Zaini Bin Maulan, warga Dusun Kamar RT 2 RW 1 Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar. Serta Masykur Bin Atmino, Dusun Dauh RT 6 RW 3, Desa Alastengah, Kecamatan Besuk.

“Rilis terbaru masih ada dua jamaah haji yang dinyatakan hilang kontak,” ujar Ato’illah. (saw/yog)