Tim Sehat Walk Out Saat Penetapan DPT

398
pamit WO1
Sulhendry Sulaiman alias Izul, dari Tim Sehat saat pamit walk out dari Sidang Pleno Penetapan DPT Pilkada Kota Pasuruan, Jumat (2/10/2015) malam.

Pasuruan (wartabromo) –  Tim Pasangan Setiyono-Raharto Teno Prasetyo (Sehat), memutuskan walk out (keluar), saat Sidang Pleno terbuka KPU Kota Pasuruan, dengan agenda Penetapan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) Kota Pasuruan, Jumat (2/10/2015) malam.

Ketiga orang Tim sukses pasangan Sehat itu walk out, karena menganggap ada keganjilan yang subtansial, terkait tidak diberikannya detail data daftar pemilih yang berkurang serta bertambah, dari daftar pemilih sementara  (DPS) ke DPT.

“Pergeseran angka-angka jumlah pemilih, semestinya disertai daftar pemilih by name and by address. Kami terpaksa keluar dari sidang ini, karena KPU tidak siap. Ini menyangkut hal yang subtansial, terkait langsung dengan pemilih,” tegas Sulhendri Sulaiman yang langsung keluar ruangan bersama dua anggota Tim Sehat lainnya.

Walk out-nya Tim Sehat ini bermula paparan angka-angka yang disampaikan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari empat kecamatan di Kota Pasuruan. Masing-masing PPK hanya membacakan hasil akhir dari daftar pemilih yang ada.

Dari paparan itu memantik pertanyaan Dan tanggapan dari Tim Sehat. Namun KPU hanya menjawab pergeseran angka saja, tanpa menyebutkan Detik by name and by address.

Sofyan Sauri, Bidang Pendataan Pemilih, menyampaikan bahwa terdapat pengurangan dari DPS sebanyak 2.268 pemilih Dan ada penambahan sebanyak 1.272 pemilih.

“Pengurangan karena meninggal sebanyak 308 orang, pemilih ganda 977 orang, usia jurang 17 tahun sebanyak 10 orang, pindah domisili 547 orang, perubahan status dari sipil ke TNI/Polri 13 orang dan pemilih fiktif 384 orang,” terang Sofyan.

Lebih lanjut disampaikan detil untuk tambahan sebanyak 1.272 pemilih, meliputi. Karena salah penyaringan sebanyak 11 orang dan pemilih baru sebanyak 1.261 orang.

Anas Muslimin, Ketua Panwaslih Kota Pasuruan sempat mengintrupsi paparan pergeseran jumlah pemilih yang disampaikan Sofyan Sauri.

“Keterangan yang disampaikan itu membuat bingung peserta sidang Pleno. Semestinya tercatat Dan dislide ke papan,” ujar Anas.

Tim Sehat tidak hiraukan usulan Panwaslih Kota Pasuruan tersebut dan memilih meninggalkan ruang sidang.

“Yang kami butuhkan adakah data detil by name and by address. Karena ini subtansial dan sudah menyangkut pemilih,” kata Sulhendri ngotot.

Ketua KPU Kota Pasuruan, Fuad Fathoni, berupaya mencegah agar Tim Sehat tidak meninggalkan ruangan. Dia menyanggupi akan memberikan data susulan setelah sidang Pleno Penetapan DPT.

“Kami akan menyusulkan data pergeseran jumlah pemilih itu,” kata Fuad.

Tapi upaya Fuad tak berarti dan tetap saja Tim Sehat Walk Out. Dengan santun ketiga orang wakil Tim Sehat meninggalkan ruangan dan menyalami kelima komisioner KPU, anggota Panwas dan Panwascam serta PPK-PPK. (hrj/hrj)