Arjuna Menanti Hujan

302

image

Prigen (wartabromo) – Kebakaran hutan di Gunung Arjuna, Gunung Ringgit dan Gunung Welirang terus terjadi. Warga sekitar berharap hujan segera turun agar hutan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo tersebut bisa diselamatkan dari kebakaran.

Kebakaran kembali terjadi di kawasan Tahura sejak Jumat (16/10/2015) dan hingga Sabtu (17/10) malam, kebakaran masih terjadi. Upaya Pamhut Tahura dan warga sekitar melakukan pemadaman seakan sia-sia karena begitu kebakaran di satu titik bisa dikendalikan, muncul kebakaran di titik lain.

“Secara visual, asap mengepul terlihat dari jarak yang jauh. Dari Jalan Surabaya-Malang orang juga bisa melihat asap di beberapa titik,” kata Kunarto (32), salah seorang warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen.

Kunarto mengaku tidak kaget dengan kejadian kebakaran tersebut. Menurutnya, hal ini sudah sering terjadi dan menjadi sesuatu yang lazim ketika musim kemarau berkepanjangan.

“Sudah biasa terjadi mas, seperti lagu wajib di kala kemarau,” celetuk Kunarto.

Kunarto yang juga sering ikut melakukan pemadaman kebakaran hutan meyakini, penyebab kebakaran diantaranya karena ulah pemburu liar dan pembukaan lahan baru.

Cuaca yang panas dan angin yang kencang, kata dia, menjadi penyebab kebakaran sulit dipadamkan secara permanen. Selain itu, lokasi yang berlembah dan titik kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau menjadi kendala petugas dan warga saat melakukan pemadaman.

“Kelihatanya mudah dijangkau tapi sebenarnya lembah yang curam dan terjal, jadi maklum saja kalau petugas kesulitan melakukan pemadaman,” tandas Kunarto.

Saat ini warga dan pihak Tahura hanya bisa pasrah dan berharap musim hujan segera tiba. Menurut dia, hanya dengan siraman air hujan titik-titik api bisa benar-benar padam.

“Gunung seperti sudah capek dengan kebakaran. Saat ini Arjuno menanti hujan,” pungkasnya.

M Dardiri, aktivis Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Prigen mengatakan, harus ada upaya nyata dari negara untuk menghentikan “tradisi” kebakaran di kawasan Arjuna. Jika tidak, beberapa tahun lagi, hutan kawasan cagar biosfer tersebut akan habis dan memicu bencana alam.

“Kebakaran Arjuno ini masalah serius, jangan dianggap guyonan. Setiap tahun ratusan hektar bahkan mencapai seribu hektar hutan habis terbakar. Harus ada upaya komprehensif, jangan parsial,” kata dia.

Penyelamatan kawasan Arjuna-Welirang jadi tanggung jawab semua pihak, mulai pemerintah daerah hingga pusat. “Negara harus hadir di hutan. Selama ini hanya warga dan petugas Tahura yang jumlahnya terbatas yang berkorban memadamkan kebakaran,” tandasnya.

Tahun ini lebih dari 500 hektar lahan hutan di kawasan Tahura R Soerjo sudah habis terbakar. Jumlah tersebut dipastikan terus meluas karena kebakaran terus terjadi dan belum ada tanda-tanda kemarau akan berakhir. (egy/fyd)