Saatnya Borong Mangga di Pasar Buah Pasrepan

3748
Salah satu pemilik mangga di Pasrepan tengah menunggu kendaraan mengangkut buahnya. Sejak September lalu petani mangga di Kabupaten Pasuruan, termasuk di Kecamatan Pasrepan, mulai panen./WARTABROMO/Harjo Suwun

Pasrepan (wartabromo) – Anda termasuk orang yang gandrung buah mangga? Saatnya borong buah yang kaya akan gizi tersebut ke Pasar Buah Pasrepan. Di sini, semua jenis buah mangga yang di tanam petani Pasuruan tersedia.

Sejak September lalu, para petani mangga mulai memanen mangga. Hasil panen tersebut dijual ke pasar-pasar tradisional dan ada juga yang dikirim ke luar daerah.

Dari sekian banyak tempat, Pasar Buah Pasrepan menjadi satu-satunya tempat berkumpul semua jenis mangga yang tumbuh dan berbuah di Kabupaten Pasuruan. Mulai dari Mangga Arum Manis, Lalijiwo, Madu, Golek hingga Gadung Klonal 21 ada di sini.

Saat masa panen, Pasar Buah Pasrepan bak gunungan mangga. Terlebih ketika masuk “pasaran” (istilah jawa yang digunakan untuk menyebut waktu paling ramai berjualan), mangga melimpah ruah.

Seperti yang disaksikan wartabromo.com, Rabu (21/10/2015 sore, di mana puluhan kendaraan jenis pick up dan truck, mondar-mandir keluar masuk pasar membawa keranjang maupun peti berukuran 1X1,5 meter penuh buah mangga. Kalau dihitung, jumlah mangga per 1 pick up bisa mencapai 500-750 buah, sedangkan apabila diangkut menggunakan truck, jumlahnya jauh lebih banyak hingga mencapai ribuan.

Soal harga? Anda tak perlu risau karena banyaknya barang membuat harga bersaing. Anda juga tak perlu takut akan kehabisan meski banyak penjual yang mengirimnya ke luar daerah. Jumlahnya bejibun!

Slamet (50), salah satu penjual mangga asal Desa Sibon mengaku menjual mangga sesuai dengan kualitasnya. Untuk mangga arum manis (HR) super, dirinya menjual satu kilogramnya dengan harga Rp 12.000. Mangga jenis itu dikirim melalui kardus khusus berukuran persegi, dengan jumlah per kardus sebanyak 48 buah. Sedangkan mangga HR 1 (kualitas di bawah super) dijual dengan harga Rp 6000-Rp 7000, dan Mangga HR 2 dengan harga Rp Rp 5000-Rp 6000 per kilogramnya.

“Kalau yang super dikirim dengan kardus khusus, tapi kalau yang biasa langsung dikirim dengan peti, setiap hari kami mengirim mangga ini sesuai pesanan,” kata Slamet saat mengawasi para pekerjanya dalam memilah mangga-mangga miliknya.

Mangga-mangga milik Slamet dipasarkan ke beberapa daerah di tanah air seperti Bandung, Ciamis, Cirebon, Jakarta, Tasikmalaya, hingga Banjarmasin dan Sulawesi. Seluruh mangga tersebut berasal dari para petani mangga di Kejayan, Winongan, Lumbang, Rejoso dan Pasrepan.

Di lain pihak, Camat Pasrepan, Moch Irfan menambahkan bahwasanya keberadaan Pasar Buah Pasrepan membawa dampak positif terhadap perekonomian penduduk sekitar. Pasalnya, para penjual tersebut mempekerjakan warga sekitar, mulai dari menebas, memilah kualitas mangga, mencuci, hingga membungkus mangga tersebut.

“Mudah-mudahan pasar ini bisa dikembangkan lagi menjadi lebih besar. Kami sudah mengusulkan kepada Pemkab Pasuruan, dan tahun depan akan segera direalisasikan, baik dalam hal pengembangan pasar hingga rencana memberikan brand alias cap untuk mangga Pasrepan,” tandasnya.

Yuk borong mangga ke Pasrepan! (mil/fyd)