Tiga Bulan Jualan Mangga, Slamet Bisa Meraup Rp50 Juta

3647

mangga1Pasrepan (wartabromo) – Jika ditekuni dan ditelateni, setiap usaha akan membuahkan hasil. Seperti yang dilakukan Slamet (50), penjual mangga asal Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan yang menangkup untung setiap musim panen tiba.

“Saya sudah 12 tahun menjual mangga,” kata Slamet saat sibuk memilah dagangannya di Pasar Buah Pasrepan, Rabu (21/10/2015).

Slamet bukan petani mangga. Mangga yang ia jual berasal dari para petani di Kejayan, Winongan, Lumbang, Rejoso dan Pasrepan. Sekali “nebas” (membeli mangga dengan jumlah banyak), bisa langsung 5 ton. “Mangga 5 ton itu uangnya sekitar Rp 30 juta,” ujar Slamet.

Banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk membeli mangga dari para petani tak dikhawatirkannya lantaran ia sudah memiliki langganan tetap yang akan membeli mangga darinya.

Baca Juga :   Sopir Truk Box Tabrak Ibu dan Anak Hingga Tewas Jalani Pemeriksaan

Selain langganan dari Pasrepan dan kecamatan lain, Slamet juga menjual mangganya ke pembeli di beberapa daerah di tanah air seperti Bandung, Ciamis, Cirebon, Jakarta, Tasikmalaya, hingga Banjarmasin dan Sulawesi.

Harga mangga yang ia jual bervariasi sesuai kualitasnya. Untuk mangga arum manis (HR) super, dijual Rp 12.000/kg. Mangga jenis itu dikirim melalui kardus khusus berukuran persegi, dengan jumlah per kardus sebanyak 48 buah. Sedangkan mangga kualitas di bawah super (HR 1) dijual dengan harga Rp 6000-Rp 7000/kg, mangga HR 2 seharga Rp Rp 5000-Rp 6000/kg.

“Kalau yang super dikirim dengan kardus khusus, tapi kalau yang biasa langsung dikirim dengan peti, setiap hari kami mengirim mangga ini sesuai pesanan,” ujar Slamet.

Baca Juga :   Ratusan Toko Waralaba Langgar Perda, Irsyad: Akan Saya Tertibkan

Selama musim mangga antara 2-3 bulan, Slamet bisa meraup keuntungan hingga Rp 50 juta. “Ya Alhamdulillah bisa dibuat untuk berangkat haji dan kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya tersenyum.

Menurut Slamet jumlah panen mangga petani tahun ini relatif menurun karena cuaca tidak bersahabat dan banyak lahan mangga warga jadi permukiman.

“Tahun ini rata-rata bisa memenuhi pesanan antara 3-5 ton per hari. Kalau tahun lalu bisa mencapai 7-10 ton,” pungkasnya. (mil/fyd)