Asyiknya Beli Mangga Petik Pohon… Pilih Sendiri, Langsung Dinikmati

0
597
Seorang karyawan di kebun mangga milik Sutomo tengah menunjukkan mangga yang sudah layak petik./WARTABROMO/Akbar

Rembang (wartabromo) – Anda ingin membeli mangga langsung petik pohon? Datang saja ke wilayah Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Sejumlah kebun mangga di wilayah ini jadi “toko mangga petik pohon”. Pembeli bisa memilih sesuka hati mangga mana yang diingini dan menikmati langsung buah petik pohon di bawah rindanganya pepohonon.

Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah perkebunan mangga gadung klonal 21 milik Sutomo (65) yang terletak di Dusun Watulunyu, Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang.

Di areal kebun mangga seluas 1,5 hektar miliknya, para pengunjung bisa bebas memilih mangga mana yang akan dibeli, untuk selanjutnya dimakan di tempat atau dibawa pulang. Setiap mangga yang akan dimakan atau dibeli, terlebih dulu ditimbang. Untuk 1 kg mangga dengan kualitas super alias Grade A, dijual dengan harga Rp 30.000, sedangkan untuk Grade B seharga Rp 25.000, dan Grade C  dengan harga per kilogramnya hanya Rp 15.000-Rp 20.000.

“Kalau beli di kebun, pasti kami korting harganya. Selain itu, akan kami beri bonus buah mangga lagi,” pungkas Sutomo kepada Suara Pasuruan, Senin (26/10/2015).

Harga Gadung Klonal 21 sendiri memang sedikit lebih mahal bila dibandingkan dengan mangga jenis lain. Alasan Sutomo, pemeliharaan Gadung Klonal 21 cukup sulit, khususnya bagaimana bisa memanen mangga di luar musim mangga pada umumnya atau dalam bahasa biologi dikenal dengan istilah obsession.

“Kalau biasanya musim mangga ya sekarang ini, tapi saya bisa memanen mangga pada bulan juli atau agustus. Tapi ya gitu, harus telaten dan memperhatikan banyak hal agar mangganya mau berbuah terus,” jelasnya.

Mangga Gadung Klonal 21 milik Sutomo banyak dilirik oleh pasar nasional. Hampir setiap harinya selama musim mangga, Sutomo yang dibantu Iskandar (38), anak semata wayangnya mengirim mangga ke kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Batam hingga Papua. Bahkan, beberapa kali pengunjung asal Hongkong datang langsung untuk merasakan asyiknya memetik buah mangga langsung dari pohonnya.

“Alhamdulillah yang pesan sampai membuat saya kewalahan,” singkatnya.

Kawasan tanaman mangga gadung klonal 21  di Kabupaten Pasuruan mulai berkembang sejak tahun 1994 melalui program Pembangunan Pertanian Rakyat Terpadu. Khusus di Rembang, populasi mangga gadung klonal 21 tersebar di 3 desa, yakni Kedungbanteng, Oro-Oro Ombo Wetan dan Oro-Oro Ombo Kulon. Selain di Rembang kawasan mangga klonal juga terdapat di Sukorejo. (mil/fyd)