DPR Soroti Kecelakaan City Tour Jemaah Haji, Minta Pengawasan Diperketat

9
Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania saat melakukan pengawasan haji di Makkah. Foto : dok. Dini Rahmania

Jakarta (WartaBromo.com) – Kecelakaan yang dialami rombongan jemaah haji Indonesia saat mengikuti city tour di Madinah mendapat sorotan DPR RI.

Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania meminta pengawasan terhadap kegiatan di luar agenda resmi haji 2026 diperketat.

“Saya turut prihatin dan menaruh perhatian serius terhadap kejadian kecelakaan yang menimpa rombongan jemaah dalam kegiatan di luar rangkaian resmi penyelenggaraan haji 2026,” katanya, Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan, keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas, baik yang difasilitasi pemerintah maupun kegiatan tambahan.

“Keselamatan jemaah harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas,” ujar wanita yang akrab disapa Ning Dini tersebut.

Menurutnya, insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak agar meningkatkan kehati-hatian dan pengawasan.

Ning Dini menjelaskan, pemerintah telah menyediakan agenda ziarah resmi bagi jemaah, seperti kunjungan ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud.

Namun di luar agenda tersebut, jemaah kerap mengikuti kegiatan tambahan seperti city tour. Ia menilai, kegiatan ini harus dikelola secara bertanggung jawab oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

“Pelaksanaannya perlu dikelola dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam memastikan aspek keamanan, kelayakan transportasi, serta pendampingan jemaah,” tegas politikus Partai NasDem itu.

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah menjelaskan, kecelakaan terjadi pada Selasa (28/4/2026) saat dua bus jemaah dalam perjalanan pulang dari city tour Jabal Magnet.

“Kecelakaan tersebut melibatkan bus kloter SUB-2 dan JKS-1,” kata Heni.

Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa. Namun, sebanyak 10 jemaah mengalami luka-luka, terdiri dari tujuh jemaah kloter JKS-1 dan tiga jemaah kloter SUB-2 asal Probolinggo.

Sebagian besar korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis. Dua jemaah sudah diperbolehkan kembali ke hotel, sementara satu orang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Madinah.

Heni memastikan KJRI Jeddah terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Serta memastikan seluruh jemaah memperoleh penanganan dan pendampingan yang diperlukan,” ujarnya. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.