Warga Temukan Saluran Pembuangan Limbah Tersembunyi Ke Sungai Wangi

1054
Eko Wahyudi, salah satu pemuda Desa Baujeng yang menunjukkan pecahan Sungai Wangi yang terbelah dengan warna air yang berbeda. WARTABROMO/Istimewa

Beji (wartabromo) – Kondisi Sungai Wangi yang melintasi Kecamatan Pandaan dan Beji, Kabupaten Pasuruan, kembali dicemari limbah pabrik pada Senin (26/10/2015) lalu. Kondisi sungai nampak memutih dengan bau menyengat yang menyesakkan dada dan membuat kepala pening.

Tidak ingin pencemaran terus berlanjut, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Forum Masyarakat Baujeng Peduli Lingkungan (FMBPL)Desa Baujeng, Kecamatan Beji, menelusuri arus sungai. Mereka berjalan kaki dengan menyisir pinggiran Sungai Wangi.

“Saat itu mumpung hari masih sore dan limbah yang mencemari sungai bisa terlihat jelas. Mereka menyusuri sungai secara cermat hingga tiba pada satu titik keluarnya limbah itu. Tepatnya di Dusun Perapen di Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan,” kata Wahid Ahmad, Koordinator Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi Jawa Timur, Rabu (28/10/2015).

Di Lokasi tersebut, aliran Sungai Wangi terpecah menjadi dua bagian, dan menyatu kembali pada jarak aliran sekitar 50 meter.

Di aliran sungai yang terpecah menjadi dua itulah, ditemukan tempat keluaran limbah yang mencemari Sungai Wangi. Satu aliran, air nampak masih tetap jernih. Sedangkan aliran air yang lain, berwarna putih dan berbusa.

Warna air yang berbeda dari Sungai Wangi yang alirannya terpecah di Dusun Perapen, Desa kemirisewu, Kecamatan Pandaan. Diyakini terdapat saluran pembuangan limbah tersembunyi pada aliran sungai yang berwarna putih itu. WARTABROMO/Istimewa

“Keluarnya air langsung dari dalam sungai dan tidak nampak adanya pipa saluran. Jelas, limbah dibuang ke sungai melalui pipa tersembunyi dan tidak diketahui pabrik yang mana, yang mencemari sungai,” ujar Wahid Ahmad.

Seperti diketahui, pencemaran Sungai Wangi oleh limbah pabrik terjadi sejak 4 tahun lalu. Berkali-kali demonstrasi tidak ada tanggapan, hingga Seknas Jokowi Jatim melontarkan petisi untuk Bupati Pasuruan dan jajarannya, serta Gubernur Jatim hingga Presiden RI pada September lalu.

Seknas Jokowi-JK Jatim, relawan Jokowi-JK saat Pilpres 2014 lalu, yang diminta Presiden Joko Widodo untuk tetap berjuang membela kepentingan masyarakat.

Atas petisi itu, Bupati Pasuruan dan jajarannya di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, berupaya dengan mengambil sejumlah langkah. Di antaranya melakukan monitoring dan pemantauan sungai dan mengikat pabrik-pabrik di sepanjang aliran Sungai Wangi, dengan pernyataan untuk tidak membuang limbah yang cemari sungai.

Bahkan Bupati Pasuruan, M Irsyad Yusuf, berjanji akan menghentikan operasi pabrik yang diketahui mencemari sungai. Namun langkah yang-langkah yang dilakukan Pemkab Pasuruan tersebut, hingga saat ini tidak membuahkan hasil bagi warga yang ingin bebas dari bau busuk pencemaran sungai. (hrj/hrj)