BPBD Kabupaten Pasuruan, Pasang Detector Curah Hujan di Tosari

828
longsor tosari
Perisitwa tanah longsor seperti ini bisa deteksi lebih awal oleah warga Tosari dengan dipasangnya alat deteksi dini tinggihnya curah hujan oleh BPBD Kabupaten Pasuruan yang bekerjasama dengan UGM Jogjakarta. Foto : warta Bromo/dokumen

Pasuruan (wartabromo) – Sebagai daerah yang terdiri dari daratan dan pegunungan, Kabupaten Pasuruan memiliki berbagai ancaman bencana. Kekeringan, banjir, tanah longsor angin puting beliung serta erupsi gunung menjadi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu.

Terkait itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan  saat ini pihaknya melakukan berbagai langkah untuk pencegahan dan mitigasi datangnya berbagai bencana seperti tanah longsor dan banjir saat musim penghujan datang.

Untuk hal itu, BPBD kabupaten Pasuruan memasang satu unit Land Erle Warning Sistem (LEWS) di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kamis (29/10/2015). Menurut Sugeng, LEWS merupakan alat peringatan dini (detector) keretakan tanah.

Sehingga apabila terjadi curah hujan tinggi dan mengakibatkan tanah longsor secara otomatis alat ini akan memberikan tanda dan bisa diketahui masyarakat.

“Ini otomatis akan berbunyi ketika curah hujan diatas ambang batas” tutur Sugeng.

Sebelumnya alat semacam ini pernah dipasang 3 unit bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM), yaitu di Desa Wonokitri dan Tosari. Pengawasan ketiga alat itu, dikendalikan  BPBD Jawa Timur. Sedangkan yang dipasang kali ini, merupakan hasil kerja sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.

“Hari ini bersama warga kita gladi penggunaan alat deteksi ini. Sehingga jika terjadi bencana, masyarakat tahu apa yang harus dilakukan” pungkas Sugeng. (Egy/hrj).