Dua Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

0
105
Orang tua salah satu bocah tenggelam histeris. WARTABROMO/Sundari A. W

Gending (wartabromo) – Warga Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, digemparkan peristiwa tenggelamnya dua bocah di Sungai Banyu Biru. Muhamad Taufiq (10) dan Mardatilla Anias (9) tewas tenggelam saat mandi, Jumat (30/10/2015).

Dari informasi yang dihimpun wartabromo.com, kedua bocah itu saat ditinggal masih tampak asyik mandi. Namun, nahas hanya berselang sekitar 10 menit kemudian keduanya hanyut terbawa derasnya arus sungai itu.

“Saya, sudah memperingatkan mereka untuk tidak mandi ditempat itu. Namun, keduanya acuh tak acuh,” tutur Syifak, saksi mata.

Syifak yang juga mandi di sungai itu, kemudian melihat tangan kedua bocah itu melambai-lambai minta pertolongan. Namun, kuatnya arus membuat kedua korban tenggelam dan dibawa hanyut. Syifak bersama Lukman, teman mandinya, kemudian minta tolong ke warga Dusun Mudinan 2, untuk mengejar keduanya.

Keduanya, ditemukan Syifak dan beberapa warga membantunya, sekitar 50 meter dari lokasi mandi. Sayang, saat ditemukan kondisi keduanya sudah sudah tak bernyawa dan terbujur kaku di dasar sungai.

“Dia saya temukan dikedalaman sekitar 5 meter dari permukaan sungai. Waktu itu, saya pegang kaosnya dan langsung saya angkat,” tutur salah satu warga Sanusi Riyanto.

Kabar tewasnya kedua bocah itu mendadak membuat syok kedua orang tua bocah tersebut terpukul atas musibah itu. Bahkan, Ansori (42) dan Sumarni (40), orantg tua Mardatillah Anisa, histeris dan nyaris pingsan.

Sementara itu, Yusuf (50) dan Sumaryani (45), kedua orang tua Muhamad Taufiq, hanya terdiam terpaku. Keduanya pun hanya bisa pasrah dan menangis melihat kedatangan jasad kedua anak-anaknya saat dipulangkan warga.

Kanitreskrim Polsek Gending Aiptu Syamsul Arifin, mengatakan, kasus tersebut dalam proses penyelidikan Polsek Gending. Dugaan sementara, kata dia, kedua bocah itu tewas tenggelam karena tidak dapat berenang. “Kalau dilihat rentetan peristiwanya itu murni musibah, tetapi tetap diselidiki,” ujar Aiptu Syamsul Arifin. (saw/fyd)