Warga Tertembak Oknum Polisi

788
Foto: Sundari A W

Kotaanyar (wartabromo) – Seorang warga Desa Sukorejo Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo, menjadi korban tembak yang dilakukan seorang oknum kepolisiam. Akibat tembakan itu, korban menderita luka di bagian kaki kanan, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Korban bernama Buro (30), menjani peratawan intensif di ruang instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit Rizani Paiton, pasca menjadi korban tembak oknum kepolisian, pada Minggu (20/12/2015). Pria asal Desa Sukorejo Kecamatan Kotaanyar ini, menderita dua luka tembak di bagian kaki kanan. Sang ibu Sulaiha, hanya bisa menunggui dan meratapi nasib anaknya, disamping ranjang perawatan, Senin (21/12)

Berdasarkan penuturan korban kepada keluarganya, insiden berawal saat Buro yang mengendarai motor melintas di jalan Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar, pasca dari rumah temannya. Namun saat itu, ia bertemu dengan salah seorang warga setempat, yang sebelumnya terlibat perkelahian dengan korban.

Perselisihan kemudian terjadi dan berujung pada adu fisik. Saat itulah seorang anggota Polsek Kotaanyar bernama Heru datang, lalu menembak kaki kanan korban. Aksi koboi ini, membuat keluarga korban tidak terima, karena Buro dianggap tidak terlibat tindakan kriminal.

“Seharusnya polisi melerainya, bukan langsung menembaknya, “ ujar paman korban Amir Mahmud.

Sementara Kapolsek Kotaanyar AKP. Ohim, menjelaskan, penembakan sudah sesuai prosedur. Pasalnya, Buro telah bertindak onar dengan mengamuk kepada warga. Meski polisi yang berpakaian preman telah melakukan tembakan peringatan.

Bahkan, Buro memukuli petugas dengan kayu, bambu dan berusaha melempar batu besar. Hal ini dibuktikan dengan memar pada lengan kiri dan wajah Heru. “Jika tidak dilumpuhkan, dikhawatirkan aksi Buro dapat membahayakan keselamatan warga,” ujar AKP. Ohim.

Sejauh ini, Satuan Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Probolinggo sudah melakukan penyelidikan, guna menemukan motif kejadian sebenarnya. Sementara Buro direncanakan dirujuk ke sebuah rumah sakit di Jember, karena luka tembaknya semakin memburuk. (saw/fyd)