Rahasia Kopi Kaspandi Mampu Bertahan Selama 75 Tahun (1)

3745
Foto: Gesang Arif Subagyo (wartabromo)

Pasuruan (wartabromo) Saat ini semua pecinta kopi di Pasuruan pasti kenal Kopi Sepoor Kaspandi. Warung-warung kopi di Pasuruan sudah sejak lama menggunakan bubuk kopi produk Griya Kopi Kaspandi, Bangilan, Pasuruan ini.
Bahkan, kopi yang sudah diproduksi sejak 1940 ini sudah dikenal luas di berbagai daerah, hingga dikirim ke berbagai Negara di Asia dan Eropa.

Sebagai industri rumahan, usaha Kopi Sepoor Kaspadi mengalami banyak hambatan, terutama jika harus bersaing dengan produk pabrikan dan saat harga kopi mentah melambung tinggi. Namun nyatanya, kopi ini tetap bertahan dan semakin dikenal sebagai produk kopi asli Pasuruan. Apa rahasianya?

Anisah Madinah (60), pemilik usaha Kopi Sepoor Kaspandi saat ditemui di Griya Kopi Kaspandi, Bangilan, Purworejo, mengatakan, rahasia produknya mampu bertahan hingga puluhan tahun hanya satu: kegigihan mempertahankan kualitas.

Baca Juga :   Sampah Laut Masuk Tambak Garam

“Saya tak mau pakai kopi kualitas rendah. Meski sedang mahal, saya selalu pakai kopi robusta kualitas ekspor,” kata Anisah berbincang dengan wartabromo di rumahnya.

kopi spoor 1-650x450Rumah di gang sempit tersebut selain menjadi tempat tinggal juga menjadi tempat memproduksi kopi, mulai dari menggoreng, menggiling hingga mengemas. Rumah yang berada di gang sebelah barat Mapolsek Purworejo tersebut juga menjadi toko penjualan aneka jenis produk kopi.

Anisah merupakan generasi kedua dalam usaha Kopi Sepoor Kaspandi. Ia merupakan anak mantu yang dipercaya Kaspandi, ayah mertuanya yang merintis usaha tersebut, untuk meneruskan bisnisnya.

Kaspandi, kata Anisah, sebenarnya sudah merintis usaha bubuk kopi sejak tahun 1940. Saat itu jualannya di pasar-pasar dan dalam jumlah kecil. Baru pada tahun 1955, usahanya mendapat ijin usaha dari Pemerintah Kota Praja waktu itu dan mulai diproduksi lebih banyak,” kata Anisah.

Baca Juga :   Perbaikan Jembatan Jalur Alternatif di Winongan, Roda Empat Dialihkan

Perempuan yang biasa disapa Bu Hajjah Anisah ini mengatakan, ayah mertuanya, Kaspandi sebenarnya memiliki banyak putra-putri. Namun Kaspandi memilih dia untuk meneruskan usaha. Sambil tersenyum Anisah mengatakan “mungkin bapak melihat saya punya kemampuan bisnis,” ujarnya.

Beberapa saat kemdian, Anisah melanjutkan pembicaraan. “Kalau sampeyan ingin tahu rahasianya kopi kami bisa bertahan sampai saat ini, ya itu: kualitas. Kami tidak kompromi dengan kualitas. Mahal atau murah, kami tidak pernah menggunakan kopi lain selain robusta kualitas ekspor yang kami ambil dari Jember,” terang Anisah panjang lebar.

Menurut Anisah, pesan yang disampaikan Kaspandi kepadanya hanya “jangan kompromi dengan kualitas. Jangan sekali-kali menggunakan kopi jelek,” terang Anisah.