Abu Bromo Rusak Ratusan Hektar Lahan Pertanian Suku Tengger

0
323
Foto: Sundari A W

⁠⁠⁠Sukapura (wartabromo) – Ratusan hektar lahan pertanian warga Suku Tengger di lereng Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo, rusak pasca tertimbun debu vulkanis. Kondisi ini membuat petani terancam gagal panen.

Kerusakan lahan pertanian terparah terjadi di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 1, yang berada di radius 5 kilometer dari kawah Gunung Bromo. Kawasan ini meliputi Desa Ngadisari, Ngadirejo, dan Ngadas, Kecamatan Sukapura.

Kerusakan serupa juga terlihat di lahan pertanian Kawasan Rawan Bencana (KRB) 2, jarak 10 kilometer dari kawah Bromo. Diantaranya Desa Jetak, Wonotoro, Sariwani, Pakel, Sapikerep, Kedasih, dan Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Serta Desa Ledok Ombo dan Sumber Jambe, di Kecamatan Sumber.

Sayuran khas warga Suku Tengger seperti kentang, kubis, bawang pring, sawi hingga tomat tertutupi debu vulkanis. Khusus tanaman kentang, dipastikan gagal panen, karena benih kentang yang baru berusia satu bulan membusuk akibat tidak kuat tertimbun material panas debu vulkanis.

“Ini baru satu bulan ditanam. Bosok, karena tertimbun abu dari Bromo,” tutur Sudari, petani warga Suku Tengger, Senin (28/12/2015).

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, saat ini terdapat sedikitnya 676 hektar lahan pertanian di KRB 1 dan KRB 2 rusak berat pasca tertimbun debu. Masing-masing tanaman kentang seluas 414,5 hektar, sawi 63,5 hektar dan tomat seluas 16 hektar.

Jumlah ini belum termasuk kerusakan ringan di KRB 3, dengan radius lebih dari 15 kilo meter, meliputi Kecamatan Lumbang, Kuripan, Wonomerto, serta sebagian wilayah Kecamatan Sumber.

Sementara hingga Senin (28/12/2015) pagi, gempa tremor Gunung Bromo terpantau terus  meningkat, kisaran 4 mendatar 31 milimeter, dominan 10 milimeter. Asap pekat kecoklatan disertai suara gemuruh bertekanan kuat, terus keluar dengan ketinggian 1.500 meter diatas puncak kawah/ atau 3.829 meter diatas permukaan laut, menuju utara dan timur laut atau kawasan Kabupaten Probolinggo.

“Saat ini hujan abu vulkanis dengan intensitas sedang berlangsung di sekitar pos pantau. Tergantung kecepatan dan arah angin,” ujar Kepala PVMBG Pos Gunung Bromo Ahmad Subhan. (saw/fyd)