DBD Hantui Probolinggo, 48 Pasien Dirawat di RSUD Waluyo Jati

620
Foto: Sundari (wartabromo)

Kraksaan (wartabromo) – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) menghantui warga di Kabupaten Probolinggo. Dalam tiga bulan terakhir sudah empat puluh delapan warga positif DBD yang dirawat intensif di RSUD Waluyo Jati, Kota Kraksaan.

Berdasarkan data Selasa (12/1/2016), jumlah pasien yang masuk dan dirawat sudah mencapai 7 orang, sedangkan pada bulan November ada 22 orang serta pada bulan Desember ada 19 orang, “Totalnya hingga saat ini RSUD Waluyo Jati sudah merawat sekitar empat puluh delapan orang penderita DBD mayoritas merupakan anak-anak,” Kabid Pelayanan RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Dyah Kuncarawati, kepada wartabromo.com.

Sejak kasus DBD yang menyerang warga terjadi sejak awal November tahun lalu, tren kenaikan penderita DBD di yang dirawat di RSUD Waluyo Jati nyaris tidak ada perubahan alias flat. Ia menyampaikan, rata-rata per bulan ada sekitar dua puluh dua kasus yang masuk dan dirawat pada saat musim penghujan seperti saat ini.

Namun, jumlah kasus itu bukan data yang absolut karena hingga saat ini pasien terus bertambah dan tidak bisa diprediksi jumlahnya. Apalagi pasien dari daerah endemik penyebaran DBD seperti Kecamatan Paiton, Kraksaan, dan Dringu yang merupakan daerah dengan pemukiman yang padat.

Dyah menambahkan mulai berjatuhannya korban akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

“Siklus lima tahunan yang dimulai sejak Desember lalu. Saya yakin pasien DBD bukan hanya disini (RSUD) Waluyo Jati saja,” kata Mantan Kabid P2PL pada Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. (saw/fyd)