Respons Bom Jakarta, Polres Tingkatkan Operasi “Acak”

565
Tim Gegana mengamankan tas dicurigai bom di Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Selasa (5/1/2016). Tas ransel biru yang ditinggalkan pria tak dikenal tersebut ternyata berisi pakaian dan peralatan mandi. WARTABROMO/dokumentasi

Pasuruan (wartabromo)– Insiden ledakan bom bunuh diri di Sarinah Thamrin, Jakarta, Kamis (14/01) pagi  menuai reaksi dari berbagai pihak. Dibawah komando Mabes Polri, aparat kepolisian di seluruh Indonesia diminta meningkatkan kewaspadannya.

Polres Pasuruan Kota pun tak ketinggalan. Merespons perintah Mabes, korsp baju cokelat itu meningkatkan razia di sejumlah lokasi. “Dalam sehari, ada 2-4 razia yang kami lakukan,” kata Kabag Ops Polres Pasuruan Kota, Kompol. Sutiswono, Kamis (14/01) malam.

Kendati begitu, Sutiswono menampik bila razia yang digelar semata untuk merespons insiden peledakan di Jakarta. Dikatakannya, kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin Polres Pasuruan dalam rangka menjaga suasana tetap kondusif. Hanya saja, pasca kejadian tersebut, kewaspadaan lebih ditingkatkan.

Dalam praktiknya, seluruh polsek jajaran yang terdiri dari 3 polsek dibagi ke dalam beberapa rayon. Mereka menggelar razia bersama dengan lokasi dan waktu yang berubah-ubah.

“Sasaran razia ini tentu benda-benda yang kami curigai. Seperti sajam, bahan peledak (handak),” katanya. Pengendara yang membawa minuman keras juga termasuk dalam sasaran razia ini. Sejauh ini, dari operasi yang dilakukan, pihaknya belum menemukan obyek yang dicurigai. (rur/rur)