Luncurkan TAC, Satlantas Polres Probolinggo Ingin Hapus Stigma Negatif

424
Foto: Sundari (wartabromo)

Kraksaan (wartabromo) – Satlantas Polres Probolinggo meluncurkan program Traffic Accident Care atau TAC, Jumat (15/1/2016). Peluncuran TAC diharapkan bisa menghilangkan stigma negatif bahwa penyidikan kasus kecelakaan berbelit dan berlarut-larut.

“Peluncuran program TAC sebagai bentuk pelayanan prima dalam penyidikan kasus laka lantas,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan.

Iwan menjelaskan, petugas Satlantas akan bersikap proaktif dengan melakukan ‘jemput bola’ untuk memeriksa saksi, maupun korban laka lantas guna mempercepat proses penyidikan.

Pihaknya memandang perlunya penempatan penyidik polwan dalam penanganan kasus laka lantas yang melibatkan perempuan dan anak. Fakta bahwa psikologis perempuan dan anak berbeda dengan laki-laki. Sehingga dengan adanya penyidik polwan akan lebih luwes dalam peroleh keterangan saksi atau korban dari kalangan perempuan dan anak.

Seluruh proses akan mengedepankan sisi humanis. “Semoga dengan adanya TAC ini, bisa menghilangkan asumsi yang berkembang di masyarakat bahwa proses penyidikan laka lantas berbelit dan lama. Yang jelas TAC ini sebagai bentuk kepedulian Satlantas Polres Probolinggo kepada saksi maupun korban laka lantas,” terang Iwan.

Sementara itu, kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Probolinggo tiap tahun meningkat. Dalam catatan Satlantas Polres Probolinggo, pada 2014 terjadi kecelakaan lalulintas sebanyak 374 kasus, dengan korban meninggal dunia sebanyak 34 orang, 26 orang alami luka berat, 557 orang alami luka ringan. Dalam kasus tersebut diperkirakan kerugian materiil mencapai Rp. 272.455.000.

Sementara pada 2015, kasus kecelakaan naik menjadi 440 peristiwa. Dari total angka laka tersebut memakan korban jiwa sebanyak 34 orang. Sementara korban luka berat mencapai 16 orang dan luka ringan mencapai 631 orang. Dengan kerugian materiil mencapai Rp. 164.350.000.

Laka lantas pada 2015 naik sekitar 17,65 persen dibanding tahun sebelumnya. Infrastruktur jalan dan volume kendaraan yang lewat turut andil, selain faktor human error.

Untuk menekan kasus kecelakaan itu, berbagai cara dilakukan, semisal dengan pemasangan neon bok, banner, dan rambu-rambu di jalur rawan laka. (saw/fyd)