Waspadai Lahar Dingin Bromo!

496

lahar dingin1Wonomerto (wartabromo) – Warga di Kabupaten Probolinggo, tak hanya dihantui semburan abu vulkanis Gunung Bromo. Mereka juga harus waspada terhadap aliran lahar dingin yang siap menerjang permukiman padat penduduk di bagian hilir.

Potensi hujan lahar sangat besar terjadi seiring dengan meningkatnya surah hujan di lereng Bromo dalam sepekan terakhir. Kondisi itu membuat abu vulkanik yang mengguyur kawasan Bromo terbawa oleh air hujan. Campuran material abu vulkanis dan air hujan ini, mengalir ke Kali Paser yang bermuara di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih.

Kali Paser yang mengalir sepanjang kurang lebih 50 kilometer ini, melewati kawasan pemukiman padat penduduk di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sukapura, Wonomerto, Kuripan dan Sumberasih.

Salah satu desa yang dilewati aliran lahar hujan di Kali Paser adalah Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto. Warga desa pun dipaksa tetap mewaspadai banjir lahar Bromo yang setiap hari mengalir deras. Apalagi, pada erupsi Gunung Bromo tahun 2011 lalu, desa ini terendam banjir akibat kiriman lahar hujan.

“Banjir  ya tiap hari  terjadi. Kalau sekarang masih kecil, kalau besar ya lari gitu wes. Pernah lari dulu waktu Bromo meletus pada 2011 lalu,” ujar salah satu warga Muhamad Rofik, Senin (25/1/2016).

Petugas PVMBG Gunung Bromo sendiri, menghimbau warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di lereng Bromo untuk waspada. Sebab, dengan intensitas curah hujan yang tinggi tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan banjir bandang di bagian hilir.

“Untuk yang berada di bantaran sungai yang berhulu di Bromo untuk berhati-hati karena curah hujan untuk beberapa hari ini cukup tinggi. Abu vulkanik yang masih baru sangat erosif,” kata Kepala PVMBG Gunung Bromo Ahmad Subhan.

Saat ini, erupsi Gunung Bromo terus berlanjut dikisaran tinggi. Material vulkanik berupa asap, abu dan pasir membubung dengan ketinggian 3.529 mdpl menuju arah timur atau area permukiman padat penduduk suku tengger. (saw/rur)