Mengenal Tradisi “Petolekoran” Warga Pulau Gili Ketapang Probolinggo

479
Foto: Sundari/wartabromo.com

Sumberasih (wartabromo) – Ribuan warga Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, serentak meninggalkan pulau mereka, Sabtu (02/07/2016). Mereka menuju pusat kota untuk berbelanja kebutuhan Hari Raya Idul Fitri. Kebiasaan berbelanja ribuan warga pulau Gili Ketapang ini, dikenal dengan tradisi petolekoran atau hari ke 27 pada bulan Ramadhan.

Sejak pagi hari, mereka meninggalkan pulau dengan menggunakan puluhan perahu penumpang. Perahu itu menuju dan bersandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Tembaga Mayangan Kota Probolinggo. Warga menuju pusat kota untuk berbelanja kebutuhan Hari Raya Idul Fitri.

Kebiasaan berbelanja secara serentak menjelang lebaran warga nelayan ini, dikenal dengan tradisi Petolekoran. Nama tersebut diambil dari waktu pelaksanaannya yang dilakukan setiap tanggal 27 Ramadhan atau Petolekor dalam bahasa Madura.

“Tradisi Petolekor ini sudah ada sejak jaman dahulu dan turun temurun dilaksanakan. Ya sambil berekreasi dan belanja setelah 11 bulan lamanya bekerja,” kata salah satu warga Pulau Gili Ketapang Sanhaji.

Berbelanja besar-besaran warga pulau yang berpenduduk sekitar 9 ribu tersebut, berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Hampir semua penduduk pulau yang dikenal dengan hamparan pasir putih itu, menuju sejumlah area pertokoan dan swalayan di pusat kota.

“Ya terkadang sampai sore, namun ada pula yang sampai Isya’ baru pulang. Karena memang pada hari ini yang dinilai afdol untuk berbelanja, meski setiapnya hari banyak warga yang ke kota,” tutur Misnadin, warga pulau Gili Ketapang lainnya.

Kegiatan belanja kebutuhan lebaran ribuan warga ini, bisa ditemui setiap tahunnya di Kota Probolinggo. Mengingat tradisi tersebut telah berlangsung sejak lama, dilakukan secara turun temurun oleh penduduk pulau Gili Ketapang. (saw/fyd)