DKP Sarankan Petambak Udang Beralih ke Sistem Busmetik

1086
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan teknologi insentif budidaya udang vaname dengan sistem Busmetik (Budidaya udang skala mini empang plastik). Tehnologi ini akan meningkatkan produksi. (Foto: Emil/wartabromo.com)

Pasuruan (wartabromo) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pasuruan terus mengajak masyarakat terutama petambak udang beralih menggunakan teknologi insentif budidaya udang vaname dengan sistem Busmetik (budidaya udang skala mini empang plastik).

“Dengan sistem busmetik, produksi ikan bisa ditingkatkan dua kali lipat daripada budidaya udang dengan menggunakan sistem tradisional (tambak),” kata Slamet Nur Handoyo, Kepala DKP Kabupaten Pasuruan, Minggu (24/6/2016).

Menurut dia banyak sekali keuntungan yang didapatkan apabila membudidayakan udang vaname dengan sistem busmetik, sehingga pihaknya terus mengajak para petani udang agar segera beralih menggunakan sistem busmetik.

“1 denfarm (petak) berukuran 20X20 meter atau 400 meter persegi bisa menghasilkan 800 kg udang vaname, sedangkan apabila menggunakan sistem tradisional, maksimal hanya bisa menghasilkan 100-300 kg saja,” terangnya.

Slamet menyebut petani tak perlu khawatir dengan mahalnya biaya pada awal sistem busmetik karena akan bisa segera impas pada panen kedua. Biaya yang dimaksud adalah pembuatan kontruksi, mulai terpal hingga peralatan pendukung lainnya yang bisa mencapai Rp 100 juta.

“Seluruh biaya tersebut akan tertutupi siklus keempat. Dalam artian, saat panen pertama pada saat udang berumur 90 hari, total keuntungan yang didapatkan sudah bisa mencapai Rp 50 juta lebih, sehingga pada panen kedua, ketiga dan seterusnya, modal tersebut sudah tertutupi,” tandasnya.

“Dengan catatan para petani sudah paham betul dengan teknologi ini, dan itu saya jamin,” pungkasnya. (*/*)