Jelang Pemilihan, Muncul Pro Kontra Sistem Ahwa Tentukan Ketua IKAPMII

558

Bangil (wartabromo) – Menjelang proses pemilihan Ketua IKAPMII Cabang Pasuruan sejumlah pro kontra terkait sistem pemilihan kepengurusan baru mulai bermunculan antara lain pemilihan Ketua IKAPMII periode 2016 – 2021 melalui sistem Ahwa melalui jalur musyawarah mufakat.

“Yang jelas di draf tata tertib pemilihan standard saja, akan dipilih langsung oleh peserta Muscab. Namun ada wacana yang berkembang untuk memakai sistem AHWA. Karena, wacana ini dikuatkan dengan Rekomendasi harus ada perbedaan antara organisasi alumni dan sebelum menjadi alumni. Karena organisasi alumni semangatnya adalah sillaturrahmi dan bagaimana mendesain garis besar haluan program organisasi,” kata Jauharul Lutfi, Ketua Panitia Musyawarah Cabang ke-1 IKAPMII.

Menanggapi munculnya wacana tersebut, sejumlah peserta mulai pro dan kontra untuk menyepakati pemilihan ketua IKAPMII pada Muscab ke – 1 tahun 2016 ini.

Pmii“Kalau kita tidak sepakat dengan cara AHWA. Karena akan membatasi Partisipasi. Semangat sillaturrahmi menurut saya malah akan diciderai dengan sistem Ahwa itu sendiri, sebab bisa diduga ada upaya pengkondisian” ujar Subadar mantanKetua Komisariat Dewantara 2007-2008 yang duduk sebagai peserta Muscab.

Berbeda dengan dirinya, salah seorang peserta, Sihabudin justru mendukung penggunaan sistem Ahwa Untuk menentukan pemilihan Ketua IKAPMII yang baru karena dianggap bisa ditentukan oleh senior yang lebih berpengalaman.

“Sistem AHWA juga bagus. Kami mempercayakan kepada senior2 yang lebih tahu dan mempengalaman lebih dalam meningkatkan gerakan PC IKAPMII Pasuruan,” kata Shihabudin.

Untuk diketahui, Musyawarah Cabang Ke-1 IKAPMII Cabang Pasuruan akan menentukan ketua dan pengurus baru periode 2016 – 2021.

Informasi yang dihimpun wartabromo, nama – nama calon yang mulai masuk bursa pemilihan ketua antara lain Waladi Imaduddin (Komisariat Merdeka dari Kampus Unmer Pasuruan/alumni PMII Pasuruan yang berprofesi profesional), Zainul Faizin (Komisariat Pancawahana dari Staipana Bangil/anggota KPU Kabupaten pasuruan).

Abdul Qodir Barik (Komisariat Shalahuddin Kampus Stais, sebagai Aktifis Partai), dan Salamin (Komisariat Ngalah dari Yudharta Pasuruan/ Kalangan Akademisi). (Mfd/yog)