Bupati Perintahkan Pelajar Korban Kecelakaan Dipindah

355
rps20160822_224630
Seorang siswa SMKN Grati korban laka Kemantren saat dipindahkan dari RSUD dr Soedarsono ke RSUD Bangil

Pasuruan (wartabromo) – Sebanyak delapan pelajar SMKN Grati, penumpang mobil penumpang umum (MPU), yang jadi korban kecelakaan di Jl Raya Kemantren, Kecamatan Grati Kab Pasuruan, dipindahkan dari RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan, ke RSU Bangil dan rumah sakit rujukan RS Syaiful Anwar Malang atau RS dr Soetomo Surabaya, Senin (22/8/2016).
Pemindahan itu dilakukan atas perintah Bupati Pasuruan, M Irsyad Yusuf, untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelajar yang menjadi korban kecelakaan antara MPU dengan truk pengangkut tebu itu.

“Tadi saya koordinasika dan saya perintah untuk difasilitasi serta diiventarisir sesuai parah dan pertimbangan medis nya. Yang harus dikirim ke RSSA (Malang) segera di fasilitasi. Yang lainnya sesuai analisa medis bisa dirawat di Bangil agar pemerintah bisa memfasilitasi secara maximal,” tandas bupati melalui pesan singkatnya ke Wartabromo.com

Sebanyak delapan pelajar yang dipindahkan itu, empat orang dibawa ke RSU Bangil dan empat pelajar lainnya dibawa ke rumah sakit yang menjadi rujukan.

“Yang empat orang langsung dibawa ke RSU Bangil, kesemuanya mengalami patah tulang. Sedangkan empat pelajar lainnya, karena kondisinya parah harus dirawat di rumah sakit rujukan. Kami masih koordinasikan dengan RSSA Malang, jika tidak bisa akan dibawa ke Surabaya,” kata dr Aris Pratikto, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kab Pasuruan saat di UGD RSUD dr R Soedarsono.

Sebanyak delapan ambulance Pemkb Pasuruan bertuliskan Pasuruan Maslahat, bersiaga di UGD RSUD dr R Soedarsono. Empat ambulance di antaranya langsung meluncur membawa pasien ke RsUD Bangil. Sedangkan empat ambulance lainnya,masih menunggu kejelasan rumah sakit rujukan.

Kecelakaan terjadi di Jl Raya Kemantren, antara mobil MPU yang disopiri Abd Ghofur dengan truk pengakut tebu yang dikemudikan Sumardi. Sebanyak 12 orang mengalami luka-luka, delapan pelajar SMKN Grati, seorang siswa SMKN Untung Suropati, dua orang sopir dan seorang warga Lekok. (hrj/hrj)