Di Usia Senja, Kakek Slamet Tetap Bekerja Keras Jajakan Sapu

1562
Slamet saat ditemui di sela-sela istirahat. WARTABROMO/M Rosyidi

Purwosari (wartabromo) – Usia senja yang seharusnya masa pensiun atau masa beristirahat tak berlaku bagi Slamet. Warga Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan yang mengaku sudah berusia hampir 90 tahun ini tetap bekerja keras demi mencari nafkah.

Kakek Slamet saat ditemui di sela-sela istirahat. WARTABROMO/M Rosyidi
Kakek Slamet saat ditemui di sela-sela istirahat. WARTABROMO/M Rosyidi

Setiap hari, ia rela berjalan berkilo-kilo meter menjajakan sapu. Ia berjalan membawa dagangannya berjalan menyusuri kampung yang jauhnya mencapai 5 hingga 7 kilometer. Slamet mengaku, dirinya mulai berjualan pukul 05.00 WIB hingga menjelang maghrib.

“Saya berangkat setelah sholat subuh,” kata Slamet di sela-sela istirahatnya, Rabu (24/8/2016).

Penghasilan yang didapatnya tidak menentu. Setiap harinya sapu yang dibandrol dengan harga Rp 20.000 – Rp 50.000 tersebut kadang laku kadang tidak.

“Gak menentu mas, namanya orang jualan ya kadang laku, kadang-kadang enggak. Kan rejeki ada yang ngatur,” jelasnya.

Namun, meskipun demikian Slamet tak pernah putus asa. Dia tetap gigih mencari nafkah meskipun umur tak lagi mudah. Disela-sela berjualan Slamet menyempatkan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah tua.

“Kalau capek istirahat minum sebentar, nanti kalau udah ada yang laku baru istirahat lagi sekalian makan,” tutur Slamet.

Slamet sendiri mempunyai 6 orang anak yang sudah berkeluarga. Mereka tidak tinggal bersamanya. Di rumahnya hanya istri dan kedua cucunya yang menemani.

“Saya tinggal bersama istri dan dua cucu saya yang sekarang menginjak sekolah dasar,” kata Slamet.

Meskipun umur tidak lagi muda, Slamet tidak mau berpangku tangan mengandalkan belas kasihan orang lain. Menurutnya rejeki sedikit tidak apa – apa yang penting halal. (ros/fyd)