Tuntutan Belum Dipenuhi, Warga Blokade Jalan PT HCML dan PGN

614

Kraton (wartabromo) – Ratusan warga akhirnya memblokade jalan menuju ke lokasi proyek pembangunan terminal transmisi pipa gas di Desa Semare, Kec Kraton, Kabupaten Pasuruan, Senin (29/8/2016). Lantaran tuntutan warga yang disampaikan saat unjuk rasa, belum ada kejelasan untuk dipenuhi oleh pemilik proyek, yakni PT Hulsky CNOOC Madura Limited (HCML) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

warmo blokade1
warga memblokade jalan ke proyek PT HCML dan PGN di Desa Semare dengan memasang bambu. foto Warta Bromo/Harjo Suwon

Warga yang merasa dirugikan dan tidak mendapat kompensasi dari proyek pembangunan terminal transmisi pipa gas itu, secara bergantian membuat lobang di tengah jalan untuk memasang blokade. Sebanyak dua batang bambu ditanam dan dilintangkan di separuh jalan menuju ke lokasi proyek.

“Kami sudah bertemu dengan perwakilan dari PT HCML, pak Rosidi. Dia hanya ngomong bahwa PT HCML sudah memberikan kompensasi untuk warga. Tapi kami tidak pernah menerimanya dan kepada siapa mereka memberikannya kami tidak tahu,” ujar M Dhofir salah seorang koordinator aksi.

Karena pertemuan itu dianggap masih tidak ada kejelasan dan pihak PT HCML sudah mengklaim memberi kompensasi, warga akhirnya memblokade jalan menuju ke lokasi proyek pembangunan terminal transmisi pipa gas itu.

Sebagian besar badan jalan ditutup dan diblokade dengan  menggunakan bambu. Sehingga yang bisa melalui hanya kendaraan roda dua saja. Sedangkan mobil maupun truk pengangkut material proyek terpaksa tidak bisa melewatinya.

“Kami akan membuka blokade ini kalau kompensasi yang diberikan kepada warga sudah jelas,” imbuh Rosidi, salah seorang koordinator aksi lainnya.

Seperti diketahui, ratusan warga berunjuk rasa menuntut kompensasi keberadaan proyek pembangunan terminal transmisi pipa gas milik PT HCML dan PT PGN. Mereka menuntut, setiap kepala keluarga mendapatkan kompensasi sebanyak 12,5 juta.

Terminal transimisi pipa gas di Desa Semare ini, merupakan bagian dari proyek pengeboran gas dari Sumur Madura BD Field di lepas pantai Selat Madura yang dilakukan PT HCML.  Selanjutnya gas akan diterimakan ke PT PGN dan perusahaan lainnya, di antaranya PT Inti Alas Indo dari group PT Isar Gas.

Namun hingga saat ini, baru PT HCML dan PT PGN saja yang sudah membangun di lokasi itu. PT HCML membangun sejak sekitar 2013-2014 lalu dan PT PGN membangunnya mulai 2015 lalu. Sedangkan PT Inti Alas Indo, masih belum membangun pangkalannya di Desa Semare tersebut. (hrj/hrj)