Ini Sebab Ratusan Warga Demo PT HCML dan PGN

610

Kraton (wartabromo) – Ratusan warga sekitar lokasi proyek pembangunan terminal transmisi pipa gas milik PT HCML (Hulsky CNOOC Madura Limited) dan PGN (Perusahaan Gas Negara) di Desa Semare, Kec Kraton, Kabupaten Pasuruan, berunjuk rasa, Senin (29/8/2016).

warmo blokade2
poster yang dibawa warga saat demo, tercecer di lokasi proyek pembangunan transmisi pipa gas di Desa Semare, Kec Kraton, Senin (29/8/2016). Foto : Warta Bromo/Harjo Suwon

Mereka berunjuk rasa, karena merasa dirugikan dengan proyek itu dan belum mendapatkan kompensasi dari perusahaan-perusahaan pemilik proyek.  Bahkan mereka akhirnya memblokade jalan menuju ke lokasi proyek PT HCML dan PGN itu.

Warga merasa dirugikan, karena proyek itu dianggap tidak menindahkan lingkungannya. Jaringan irigasi untuk lahan pertanian dan perswahan milik warga, termakan untuk jalan proyek tersebut.

“Mereka merusak saluran irigasi pertanian yang semula lebar menjadi sempit. Jalan setapak di sawah awalnya hanya makadam, dilebarkan untuk jalan proyek dengan menyasak tanggul sungai,” kata M Dhofir, koordinator aksi.

Menurut warga, lebar saluran irigasi awalnya mencapai 5 meter, berupa badan sungai 4 meter dan tanggulnya 1 meter. Karena jalan makadam dilebarkan untuk jalur truk keluar masuk lokasi pembangunan proyek, sehingga memakan tanggul dan sebagian badan sungai.

Pantauan di lapangan, badan sungai di sebelah timur masih terlihat lebar dengan ukuran sekitar 4 meter, tapi tanggul sudah tidak terlihat dan langsung mepet dengan jalan proyek. Makin ke barat, badan sungai makin mengecil dan lebarnya memang hanya tinggal 2 meter.

“Karena tanggulnya sudah tidak ada dan badan sungai menjadi lebih kecil, akhirnya saluran irigasi untuk pertanian itu susah dibersihkan oleh para petani. Sehingga kondisi saluran semakin hari makin menyempit dan membuat pengairan sawah menjadi terganggu,” kata Rosidi, warga Desa Semare.

Seperti diketahui, ratusan warga berunjuk rasa menuntut kompensasi keberadaan proyek pembangunan terminal transmisi pipa gas milik PT HCML dan PT PGN. Mereka menuntut, setiap kepala keluarga mendapatkan kompensasi sebanyak 12,5 juta.

Terminal transimisi pipa gas di Desa Semare ini, merupakan bagian dari proyek pengeboran gas dari Sumur Madura BD Field di lepas pantai Selat Madura yang dilakukan PT HCML.  Selanjutnya gas akan diterimakan ke PT PGN dan perusahaan lainnya, di antaranya PT Inti Alas Indo dari group PT Isar Gas.

Namun hingga saat ini, baru PT HCML dan PT PGN saja yang sudah membangun di lokasi itu. PT HCML membangun sejak sekitar 2013-2014 lalu dan PT PGN membangunnya mulai 2015 lalu. Sedangkan PT Inti Alas Indo, masih belum membangun pangkalannya di Desa Semare tersebut. (hrj/hrj)