Demo PMII Peringati Tewasnya Salim Kancil Ricuh

571
Foto: Sundari/wartabromo.com

Lumajang (wartabromo) – Aksi demonstrasi peringatan insiden tewasnya aktivis tambang pasir Salim Kancil di Lumajang berlangsung ricuh, Senin (26/9/2016). Kericuhan berhasil diredam setelah Kapolres setempat menemui para pendemo.

IMG_20160926_181903Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lumajang, terlibat kecricuhan dengan petugas kepolisian dan Satpol PP setempat. Bahkan, salah seorang pendemo diseret dari atas pagar.

Dalam aksinya di kantor Bupati dan Mapolres, mahasiswa menuntut pihak pemerintah dan aparat penegak hukum serius mengungkap mega sekandal kasus Salim Kancil. Ironisnya, satu tahun pasca terbunuha Salim Kancil, penanganan tambang pasir illegal di Lumajang jalan ditempat.

Buktinya, penambangan pasir ilegal makin marak. Tak hanya itu, penegakan hukuman berhenti pada mantan Kepala Desa Selok Awar-Awar Hariyono, sementara pejabat pemerintah dan aparat belum tersentuh sama sekali.

“Penambang illegal sampai saat in itu masih ada, bahkan datanya terus semakin tinggi. Kami ingin keseriusan dari pemerintah. Bagaimana mungkin tragedi skala besar dan nasional, namun ini tidak difollowup secara serius dari pemerintah Kabupaten Lumajang. Kami saat ini sangat kecewa sekali dengan kondisi tersebut,” ujar korap aksi Muhammad Syahwal Ali.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrosono, berjanji akan bertindak tegas terhadap para penambang illegal. Termasuk pejabat daerah yang disinyalir mempunai area penambangan pasir illegal.

“Memang mereka kembali melakukan penambangan itu kembali, namun kita tidak bosan-bosan untuk terus mengingatkan secara persuasive. Kalau sudah disampaikan batasan-batasan tetap dilanggar ya akan kita lakukan upaya represif. Siapapun yang melakukan pelangaran hukum, bukan hanya masyarakat tapi pengusaha juga akan kita lakukan proses huku sesuai SOP yang ada,” janji Kapolres.

Mahasiswa mengancam akan melakukan aksi lebih besar, jika penanganan hukum kasus tambang pasir di Lumajang tidak segera ditindak lanjuti oleh aparat penegak hukum dan pemerintah. (saw/fyd)