Para Anjal Ngamen di Jalanan, Ternyata Uangnya Buat Ini

713

Bangil (wartabromo) – Sat Pol PP Kabupaten Pasuruan amankan 7 anak jalanan (anjal) yang sedang kongkow di bawah jembatan Sungai Kedunglarangan di Kelurahan Kresikan, Kecamatan Bangil. 7 anjal tersebut diamankan setelah sempat terjun ke sungai karena panik.

Anjal yang diamankan tersebut antara lain RAM (16) warga Mojosari, Mojokerto; MS (15) warga Triwung Kidul, Probolinggo; FYP (15) warga Mojosari, Mojokerto; MR (17) warga Bangil, Pasuruan; JA (16) warga Beji, Pasuruan; SAM (15) warga Sarirejo, Mojosari, Mojokerto dan KES (16) warga Sarirejo, Mojosari, Mojokerto.

Mereka kemudian dibawa ke kantor Pol PP Kabupaten Pasuruan di Raci, Bangil, untuk didata dan diberikan pembinaan. Dari 7 anjal tersebut hanya 2 warga Pasuruan, yang lain warga luar kota.

Setiap hari mereka mengamen di jalan raya. Setelah mengamen mereka nongkrong di bawah jembatan hingga malam. Sat Pol PP mengamankan mereka karena mendapat laporan sering pesta miras, nyanyi dan berteriak di malam hari sehingga menganggu jamaah masjid.

SAM, salah satu dari anjal mengaku baru sekitar dua minggu datang ke Pasuruan. “Saya baru dua minggu ke sini, mau ketemu teman-teman,” kata SAM, saat rambutnya dicukur di kantor Sat Pol PP.

Rencananya, ia akan mengajak teman-temannya ke Jogjakarta untuk menonton sebuah konser grup musik pujaan.

“Bareng-bareng sama teman-teman ke Jogja. Cari duit dulu ngamen di sini untuk (biaya) ke Jogja,” katanya.

Kasatpol PP Anang Saiful Wijaya menyebut masih banyak anjal di wilayah Kabupaten Pasuruan sehingga pihaknya akan terus melakukan razia. Ia menyebut banyak anjal yang bukan asli warga Pasuruan.

Selain meresahkan karena mengamen di jalanan, mereka juga sering kedapatan pesta miras.

“Banyak laporan keberadaan mereka ini meresahkan warga. Ada laporan mereka pesta miras, main gitar sampai malam hingga mengganggu jamaah yang solat di masjid,” kata Anang.

7 anjal ini nyaris tenggelam saat nekat terjun ke Sungai Kedunglarangan karena tak bisa berenang. Para anjal ini nekat terjun ke sungai karena ketakutan saat razia Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). Beruntung mereka bisa diselamatkan petugas yang sebelumnya akan merazia mereka. (fyd/fyd)