Disiapkan 20 Ton Apel Harga Petani, Jangan Lupa Mampir Festival Pagi ya!

619

Pasuruan (wartabromo.com) – Untuk mempromosikan apel secara besar-besaran, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah membuka Festival Apel Pagi (Apel Pasuruan Manalagi), di Halaman Pasar Buah Chenghoo Pandaan sejak Jumat (9/12/2016) kemarin.

Panitia festival apel telah menyiapkan sebanyak 20 ton apel khas Nongkojajar, Kecamatan Tutur untuk dapat dibeli oleh masyarakat dengan harga petani.

Trijono Isdijanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan mengatakan, 20 ton apel tersebut berasal dari 12 desa di Kecamatan Tutur, di mana jenis apel yang ditampilkan diantaranya apel Rhome Beauty, Apel Ana, Manalagi dan Apel Merah.

“Tentu saja kita didukung penuh oleh Kecamatan Tutur dan para petani apel di sana yang tergabung dalam APAN alias asosiasi petani apel nongkojajar,” terangnya.

Ditambahkan Trijono, jenis-jenis apel yang diperjualbelikan selama tiga hari berturut-turut, yakni mulai 9 sampai 11 Desember 2016 dijual dengan harga petani, yakni Rp 9900/kgnya. Hanya saja, ada beberapa apel yang harganya Rp 20 ribu-Rp 25 ribu perkilonya, yakni apel Rhome Beauty.

“Apel Rhome Beauty adalah apel besar yang warnanya merah menyala dan rasanya segar, sehingga kalau kita makan satu saja seperti makan nasi satu piring alias kenyang. Kalau apel yang lainnya banyak yang masih dijual dengan harga Rp 9900,” imbuhnya.

IMG-20161210-WA0029

Sementara itu, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menegaskan bahwa Apel Nongkojajar adalah salah satu ikon buah di Kabupaten Pasuruan yang menjadi produk agribisnis unggulan selain durian kakap, mangga gadung klonal 21, srikaya, salak, dan duku.

“Selama ini banyak yang masih mengira bahwa apel berasal dari malang, padahal luas kebun apel di Tutur bisa mencapai 1.000 hektar lebih. Dari situ sudah ketahuan bahwa kuantitas apel di Tutur sangat luar biasa, kualitasnya juga sangat bagus,” kata Irsyad

Untuk lebih mengenalkan apel di kancah regional dan nasional, Pemkab Pasuruan menurut Irsyad telah melakukan berbagai macam langkah, seperti pameran, lomba menghias apel, lomba cipta menu hingga promosi melalui media.

“Kita juga telah menyiapkan anggaran untuk peningkatan kualitas dan kuantitas buah di Kabupaten Pasuruan. Untuk apel juga menjadi salah satu pengembangan buah di Kabupaten Pasuruan yang akan terus kita tingkatkan. Oleh karenanya, saya undang semua wisatawan untuk datang ke Kabupaten Pasuruan dan menikmati apel pasuruan manalagi,” promonya. (**/***)