Peduli Lingkungan, 3600 Pohon Ditanam dan 25 Ribu Bibit Ikan Ditabur di Embung Kalisat II Rembang

680

Rembang (wartabromo.com) – Gerakan penanaman pohon dan tabur benih ikan di Embung Kalisat II Kecamatan Rembang dilakukan oleh sejumlah Ormas Kepemudaan dan aktivis pecinta lingkungan, Sabtu (4/3/2017).

Gerakan tersebut langsung dipimpin oleh Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Sebanyak 3.600 pohon akan ditanam di lahan seluas 12 setengah hektar didaerah tangkapan air embung. Pohon yang ditanam adalah pohon tanaman keras sehingga selain memiliki nilai ekonomis juga mampu menyerap air secara maksimal.

“Saya Tekankan pada perusahaan agar meningkatkan perhatiannya pada kelestarian lingkungan. Organisasi-organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan juga harus terus terlibat dalam gerakan seperti ini,” kata Irsyad Yusuf usai melakukan tabung ikan dan penanaman pohon.

IMG-20170304-WA0072

Dalam kesempatan itu, Bupati Pasuruan ini juga mengapresiasi peran siswa dalam gerakan tersebut. Menurutnya, kepedulian lingkungan harus diupayakan sejak dini.

“Ikan-ikannya nanti juga bisa dimanfaatkan kalau sudah besar. Bisa jadi wisata pancing,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalisat, Mashudi mengatakan, keberadaan embung sudah banyak memberi manfaat bagi warga terutama adanya jembatan yang bisa menjadi akses antar dusun.

“Semoga dengan penanaman pohon produktif dan tabung ikan ini, semakin menambah manfaat bagi desa,” katanya.

Salah satu penggagas gerakan, Sugiarto, mengatakan lahan sekitar Embung Kalisat merupakan lahan kritis sehingga butuh ditangani secara serius.

“Makanya kami libatkan semua kalangan agar kesadaran melestarikan alam menjadi gerakan masif,” ujar peraih Kalpataru yang juga anggota Karang Taruna ini.

Gerakan ini diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan. Diantaranya Karang Taruna, TNI-Polri, Ansor, Forum DAS, OPD, sekolah, PWI Pasuruan, warga sekitar dan perusahaan.

Selain tanam pohon, gerakan itu juga menebar benih ikan sebanyak 25 ribu di embung seluas 3 hektar. Tabung ikan tersebut diharapkan mampu menjaga biota air sekaligus bisa dikonsumsi warga sekitar ketika sudah tumbuh besar. (ros/yog)