PVMBG Keluhkan Jip Bromo Didekat Seismograf

1099

Sukapura (wartabromo) – Tindak tidak sportif masih dilakukan oleh penyedia jasa jip di kawasan wisata Gunung Bromo. Salah satunya dengan berlalu lalang dan parkir disekitar alat seismograf milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tentu saja, hal ini sangat mengganggu perekaman aktivitas kegempaan Gunung Bromo. Karena pemilik jasa jip ini, tak hanya sesekali saja membawa wisatawan kesana, melainkan setiap harinya. “Sangat disayangkan sekali, padahal disana sudah ada papan larangan untuk tidak mendekati alat seismograf. Tapi entah kenapa mereka masih mendekati alat ukur aktivitas gunung itu.,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Bromo, Ahmad Subhan, Selasa (7/3/2017).

Ahmad Subhan menuturkan  dengan kondisi tersebut, data yang terekam oleh alat seismograf tersebut menjadi tak valid. Karena getaran yang ditimbulkan baik oleh kendaraan maupun aktivitas pengunjung, akan terdeteksi oleh alat seismograf. Sehingga akan tercacat dalam manives rekaman seismograf.

Baca Juga :   Harmonis, Empat Calon Walikota Probolinggo Berpelukan Pasca Bertanding

IMG-20170307-WA0101

“Getaran yang ditimbulkan membuat kami terkecoh dengan aktivitas riil Gunung Bromo,” katanya.

Pria asal Banyuwangi ini, mengaku sudah berulang kali menegur dan mengingatkan para operator jip untuk menjauhi areal sekitar alat seismograf itu. Namun teguran itu tak digubris. Dengan parkir ditempat itu, otomatis aktivitas pengunjung terekam oleh alat yang berjarak 1 kilometer dari Gunung Bromo itu.

“Alat itu sangat sensitif, tiap ada getaran maka akan menggerakkan alat pencatat yang ada di pos pantau. Getaran-getaran ini tidak seharusnya ikut terekam, karena berkaitan langsung dengan peningkatan status gunung,” paparnya.

Camat Sukapura Yulius Christian, mengatakan sebaiknya para pelaku wisata mematuhi aturan dan kesepakatan yang sudah dicapai. Ia juga meminta semua pihak untuk saling mengingatkan betapa pentingnya fungsi alat seismograf. Utamanya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), selaku pengelola kawasan wisata tersebut.

Baca Juga :   Nyatakan Siap, Polresta Bagi Tiga Zona Pengamanan di Pilkada Pasuruan 2018

“Kami akan mendesak pengelola wisata disana untuk secepatnya memberikan patok-patok. Agar jip wisata tidak masuk dan beraktivitas di dekat alat seismograf,” ujar mantan Kabag Kominfo Pemkab Probolinggo ini. (saw/saw)