Bupati Tantri Dorong Pemdes Maksimalkan Potensi Desa dan Ekonomi Kreatif

885

Kraksaan (wartabromo.com) –Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyelengarakan Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Probolinggo tahun 2018 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (20/3/2017), siang.

Forum Musrenbang ini bertema “Memantapkan Pertumbuhan dan Pemerataan Pembangunan Melalui Peningkatan Infrastruktur Berkelanjutan Guna Pengurangan Kemiskinan”.

Bupati Probolinggo Hj, Puput Tantriana Sari, SE, dihadapan Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, jajaran Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Musayyib Nahrawi, Staf Ahli Gubernur Bidang Gentur Prihantono, Camat dan Kepala Desa se- Kabupaten Probolinggo, menyampaikan bahwa ada beberapa korelasi potensi yang dapat diwujudkan untuk mengurangi angka kemiskinan yang masih tinggi.

IMG-20170320-WA0281

Ia kemudian mengambil contoh angka kemiskinan tertinggi di Kabupaten Probolinggo, yang terdapat di Kecamatan Krucil, Tiris dan Maron. Daerah tersebut berada di kawasan pegunungan yang mayoritas masyarakatnya adalah petani dan pekebun tanaman sengon.

Baca Juga :   Cabup-Cawabup Probolinggo Jalani Fit and Proper DPP PDI Perjuangan

“Jika dihitung secara ekonomi, dari sengon pendapatan masyarakat luar biasa. Tetapi kondisi sengon ini masih dikuasai oleh segelintir orang saja. Sehingga, kami mendorong pengurangan kemiskinan dan pengangguran yang dikorelasikan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Terkait pariwisata, Bupati Tantri memberikan apresiasi kepada pemerintah desa yang semangat menampilkan potensi di daerahnya masing-masing. Seperti di Gili Ketapang dengan obyek wisata snorkeling dan Forest Park Madakaripura. Karenanya, Bupati Tantri meminta kepada pemerintah desa untuk memaksimalkan potensi di desa dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) untuk mensupport ekonomi kreatif.

IMG-20170320-WA0277

“Dengan adanya ADD dan DD, desa sudah mampu memback up pembangunan di desa. Sehingga memberikan dampak yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :   Tak Punya Ketua, KPU Kabupaten Pasuruan Tunda Penetapan DPT

Berdasarkan data tahun 2015 yang dirilis BPS, nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo mengalami kenaikan dari semula 63,04 di tahun 2014 menjadi 63,83 di tahun 2015. Persentase penduduk miskin tahun 2015 (Maret 2015) adalah sebesar 20,82% atau 236.960 jiwa. Tahun 2015, IPM Kabupaten Probolinggo sebesar 63,83, angka harapan hidup tahun 2015 sebesar 66,15, harapan lama sekolah tahun 2015 12,04 dan rata-rata lama sekolah 5,66.

Sementara perbandingan PDRB Kabupaten Probolinggo ADHK dan ADHB tahun 2016 mencapai Rp 20.512 juta dan Rp 27.052 juta. Pertumbuhan ekonomi tahun 2010 sebesar 4,73% dan meningkat menjadi 4,81% tahun 2016. Angka ini berada di atas nasional yang hanya 4,79% dan dibawah Jawa Timur sebesar 5,44%. Perkembangan inflasi tahun 2011 mencapai 6,05% menjadi 5,31% tahun 2016.

Baca Juga :   Rawan Rusak, Logistik ke Gili Ketapang Dibungkus Plastik

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, ada 13 prioritas pembangunan dan 16 isu strategis Kabupaten Probolinggo tahun 2018. Prioritas pembangunan itu diantaranya, meliputi pengurangan kemiskinan dan pengangguran, kesehatan, pendidikan, infrastruktur daerah.

“Mengkomunikasikan dan mensinkronkan usulan kegiatan yang bersifat bottom up, top down, politis, teknokratis dan partisipatif yang akan dituangkan dalam RKPD tahun 2017. Serta menyepakati sasaran dan prioritas pembangunan daerah serta program dan kegiatan prioritas daerah,” katanya. (saw/*)