PDI Perjuangan Terima Surat Usulan Calon Gubernur dari Gus Idris

1855

Pasuruan (wartabromo.com) – Wakil Sekjend PDI Perjuangan, Ahmad Basarah menerima sebuah surat berisi usulan nama Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Jawa Timur. Surat diberikan langsung oleh KH Idris Hamid, pengasuh pondok pesantren (ponpes) Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan, Jumat (8/9/2017).

Surat terbungkus dalam amplop berwarna putih tersebut secara resmi ditujukan langsung kepada Ketua Umum  PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Tidak ada komentar khusus yang diucapkan Kyai yang akrab dipanggil Gus Idris itu, ketika menyerahkan surat ke Basarah.

“Ini off the record,” ujar KH Idris Hamid, disambut senyum.

Basarah kemudian menegaskan saat ini PDI Perjuangan ingin menggali aspirasi ulama, sesepuh maupun kyai-kyai terkemuka untuk mengetahui figur yang layak nanti ditarungkan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mendatang.

“Hari ini PDI Perjuangan ingin memotret.
Bagaimana sebenarnya perasaan, sikap dan dukungan siapa gubernur yang dikehendaki (alim ulama),” ujar Basarah.

Disebutkan, ia berharap terdapat sinergi antara kelompok-kelompok nasionalis dengan agamawan. Secara spesifik kemudian diungkapkan, ia menginginkan PDI Perjuangan dapat padu dengan NU mengahadapi proses politik di Pilgub Jatim kali ini.

Hanya saja, Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI itu, enggan menyebutkan sosok yang dipastikan diusung menjadi calon Gubernur nanti.

Dalam perkembangannya, ia tidak menampik jika Syaifullah Yusuf, yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jatim, satu-satunya calon kuat dari PDI Perjuangan.

“Semua masih dalam proses. Memang satu-satunya yang mendaftar ke PDI Perjuangan, Syaifullah Yusuf,” imbuhnya.

Namun demikian, saat ini masih belum bisa dipastikan karena mekanisme dan keputusan partai akan diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Diwartakan, Ahmad Basarah melakukan safari politik dengan berkunjung ke ponpes Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan.

Kedatangan disebut merupakan mandat sekaligus amanat ketua umum PDI Perjuangan, untuk berkomunikasi sehingga terbangun sinergi dengan ulama di Jawa Timur, khususnya kawasan tapal kuda.

Dengan sinergitas itu, PDI Perjuangan akan lebih leluasa bergerak dan bertarung dalam Pilgub Jatim 2018 nanti. (ono/ono)