Terkena Percikan Las, Dua Kapal Ludes Terbakar

752

Mayangan (wartabromo.com) Diduga terkena percikan mesin las, dua kapal motor terbakar saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, Senin (12/9/201) malam. Sumber api berasal dari percikan mesin las, saat kapal tengah diperbaiki. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, hanya saja kerugian material mencapai milyaran rupiah.

Kobaran api dengan cepat melahap dua buah kapal asal Tanjung Balai, yakni kapal motor Nagoya 2 dan kapal motor Setia Indah. Kedua kapal ini tengah bersandar di sisi barat Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan.

Kencangnya angin, ditambah bahan kapal yang terbut dari kayu serta fiber yang mudah terbakar, membuat api cepat membesar dan merambat keseluruh badan kapal.

Tak sampai satu jam, dua kapal asal Tanjung Balai, Provinsi Riau itu, sudah tinggal kerangka.

Kapal penangkap ikan itu, baru sepekan bersandar di pelabuhan karena mengalami kerusakan mesin.

“Tidak ada pengelasan di Nagoya dua, mungkin di Setia Indah ada pengelasan. Ya ada perbaikan, tapi kita sudah selsai di Nagoya dua. Ini sekitar dua mingguan Setia Indah baru masuk, kalau kita sudah selesai pengelasan dan hanya ada tukang-tukang kayu saja, kalau setia indah baru hari ini perbaikan,” terang Harun, salah satu ABK Nagoya Dua.

Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh percikan api dari mesin las di dek kapal motor Setia Indah yang sedang diperbaiki. Lima unit mobil pemadam kebakaran, serta tiga unit mobil tangki dikerahkan ke lokasi, untuk mengendalikan amukan si jago merah.

“Dengan hembusan angin yang cukup kencang dan bahan kapal dari kayu kami kesulitan memadamkan. Hembusan angin yang kencang juga hampir membakar warung-warung yang di sebelah utara. Dari kita total ada tiga unit dibantu kti, sementara kabupaten untuk merapat membantu kita dalam rangka memadamkan api yang terjadi malam hari,” ungkap Puspito, Kasi Penanggulangan PMK Satpol PP Kota Probolinggo.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Karena saat awal kejadian, anak buah kapal langsung bergegas keluar dari kapal. Hanya saja, kerugian material ditaksir mencapai diatas lima milyar rupiah. (fng/saw)