Bantuan Air Bersih Masih Tercover 20%

308
Pembagian air bersih. WARTABROMO/Ilustrasi

Winongan (wartabromo.com) – Krisis air bersih musim kemarau diantaranya dirasakan oleh warga 12 desa, tersebar di 3 kecamatan, diantaranya Kecamatan Winongan, Lumbang dan Lekok. Hanya saja penyediaan bantuan, oleh pemerintah, terbilang masih 20%, memenuhi keseluruhan kebutuhan air bersih warga. Keterbatasan anggaran disebut sebagai dalih hingga bantuan air tidak dapat sepenuhnya diberikan.

Kebutuhan masyarakat untuk air bersih pada setiap musim kemarau tentunya lebih besar, terutama untuk kebutuhan mandi dan memasak. Arjoko, Kepala Desa Jeladri Kecamatan Winongan, mengatakan, bantuan dari pemerintah untuk penyaluran air bersih masih kurang.

“Perhari untuk kebutuhan warga di Jeladri sekitar empat sampai lima tangki air, dan BPBD perhari cuma mengirim satu tangki air,” kata Arjoko, Selasa (3/10/2017).

Menurut Bakti Jati Permana, keterbatasan anggaran untuk pengadaan air bersih ke daerah yang terdampak kekeringan tersebut menjadi salah satu hambatan untuk bisa memberikan pelayanan maksimal, jumlah aggaran pada tahun 2017 untuk pengadaan air bersih ke daerah rawan kekeringan sekitar Rp. 430 juta.

“Anggaran tersebut sudah termasuk untuk sewa armada truk tangki, karena armada yang kita miliki terbatas,” ujar Bakti Jati Permana, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan.

BPBD sendiri menyuplai dua tangki air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan, dan suplai air bersih dari BPBD sendiri juga kadang juga tidak merata mengingat keterbatasan armada truk tangki yang dimilikinya.

Warga desa Jeladri berharap agar pendistribusian air bersih bisa merata. Pasalnya kebutuhan air bersih setiap musim kemarau sangat besar di wilayah Jeladri. (har/ono)