Ini Kronologi Ambruknya Kontruksi Tol Paspro

439

Pasuruan (wartabromo.com) – Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/10/2017) pagi, ambruk. Disebutkan balok beton (girder) keempat yang akan dipasang waktu itu goyang dan menghantam tiga balok yang telah terpasang sebelumnya hingga menyebabkan kontruksi ambruk.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolresta Pasuruan, AKBP Rizal Martomo dalam rilis bersama pihak PT Waskita, di Mapolresta Pasuruan, Minggu (29/10/2017).

Dituturkan, tiga balok dengan ukuran lebar 2 meter dan panjang 50 meter tersebut telah terpasang sejak Sabtu (28/10/2017) kemarin.

“Jadi sejak 07.00 sampai dengan pukul 05.00 WIB Sabtu kemarin, PT Waskita selaku pengelola proyek telah selesai melakukan pemasangan tiga Balok Jembatan,” ujar Rizal.

Pemasangan balok keempat dilanjutkan hari Minggu ini, dengan menggunakan alat berat dan peralatan lain, seperti yang telah dilakukan pada hari sebelumnya.

Hanya saja, sekitar pukul 09.45 WIB pada saat berlangsung pemasangan, balok keempat itu tanpa diduga runtuh.

Dikatakan sebelumnya, balok beton tersebut goyang dan menghantam tiga pasangan balok.

Kontan keempat balok beton ambruk dan menewaskan seorang pekerja. Sedangkan dua pekerja mengalami luka-luka dan saat ini telah dirujuk ke rumah sakit Bangil untuk mendapatkan perawatan lebih memadai.

“Satu orang karyawan PT. Waskita di jembatan Tol KM 4,5 meninggal dunia dan kami telah evakuasi korban,” tambah Rizal.

Selain menimbulkan korban jiwa, truk trailer pengangkut beton dan satu mobil L 300 pengangkut bahan bakar, rusak berat tertimpa balok beton.

Sementara Project Manajer PT Waskita, I Kadek Oka Suartana menegaskan, proses pemasangan girder, secara teknis telah memenuhi standar yang selama ini telah dilakukan.

“Poinnya, girder yang jatuh adalah girder yang keempat. Dan tiga girder telah diinstall dengan baik,” tandas Kadek.

Selanjutnya, pihaknya masih berkonsentrasi terhadap penanganan penyembuhan kedua korban, yang saat ini masih dirawat intensif di rumah sakit.

Sebelumnya dijelaskan, pada saat pemasangan balok beton tersebut, terdapat 17 pekerja dengan tugas berbeda-beda. Pada proses pemasangan balok pagi tadi, ketiga korban tengah bekerja dan berada pada posisi bawah hingga tertimpa, saat balok ambruk.

Sekadar diketahui, tol Paspro rencananya dibangun dengan panjang 31,30 Kilometer (Km). Ada tiga sesi dalam proses pengerjaannya, yakni untuk sesi satu, nantinya akan melewati Grati-Nguling (8 km); Sesi dua, perbatasan Nguling, Pasuruan – Sumberasih, Probolinggo sepanjang (6 Km); dan Sumberasih – Leces (17,30 km).

Dari perhitungan tol ini membutuhkan lahan sekitar 271 hektar atau setara 3000 bidang. Selanjutnya, nanti akan ada tiga simpang susun yakni Tongas, simpang susun Probolinggo Barat serta Simpang Susun Leces. (ono/ono)