Satlantas Polres Pasuruan Dinobatkan Terbaik di Jawa Timur Pada Operasi Zebra Semeru 2017

1580

Pasuruan (wartabromo.com) – Tercatat 11.795 pelanggar berhasil ditindak dalam gelaran Operasi Zebra Semeru sejak 1 Nopember 2017 hingga 14 Nopember 2017 di wilayah hukum Polres Pasuruan. Dengan raihan itu, Satlantas Polres Pasuruan, dinobatkan sebagai yang terbaik se-Jawa Timur.

Penganugerahan sebagai terbaik dalam operasi zebra 2017, diterima langsung oleh Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Erika Purwana Putra, di Hall Hotel Singgasana Surabaya, Selasa (21/11/2017).

Atas penghargaan itu, selain menerima piagam dan trophy, satu unit sepeda motor dari Kapolda Jatim, juga diserahkan melalui Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol. Ibnu Isthika.

Tampak jajaran Dirlantas Polda Jatim diantaranya Wadir Lantas AKBP M. Aldian, Kepala Dinas Perhubungan Jatim dan seluruh Kasat Lantas jajaran Polda Jatim, hadir dalam pemberian penghargaan.

Baca Juga :   KUA di Pasuruan Tidak Layani Pernikahan di Luar Jam Kerja

Satlantas Polres Pasuruan bertype A ini mendapatkan skor sebesar 74,913 menjauhi dua pesaingnya, yakni Polres Jombang dengan poin 47,553 dan Polres Kabupaten Kediri yang hanya mengumpulkan skor 27,751.

Dijelaskan, penyumbang poin terbesar diperoleh para pekerja pabrik sekitar 75%. Sisanya dari kalangan pelajar dan masyarakat umum lainnya.

“Sebenarnya kami sangat miris dengan predikat ini. Karena masyarakat di wilayah hukum Polres Pasuruan belum begitu memiliki kesadaran berlalu lintas yang baik dan benar. Padahal seluruh jajaran Satlantas tak pernah bosan dan lelah mengkampayekan keselamatan berkendara adalah nomor satu,” kata AKP Erika Purwana Putra, Kasat Lantas Polres Pasuruan.

Secara lebih rinci disebutkan, sosialisasi di seluruh jenjang kemasyarakatan telah dlakukan mulai dari pemasangan banner di tempat strategis, sekolah, instansi militer, instansi pemerintah dan swasta, bahkan komunitas motor/mobil.

Baca Juga :   Musim Kemarau, Petani Rembang Manfaatkan Embung Kalisat

Selain alat peraga, sosialisasi dialogis juga terus dilakukan dengan pendekatan ke sekolah bahkan para pekerja swasta.

Ia berharap para pengendara kendaraan bermotor, bisa memahami dan menjadi pelopor tertib berlalu lintas. Diingatkan oleh Erika, pengendara sepatutnya tidak hanya tertib jika ada petugas saat berada di jalanan.

“Jangan jadikan jalan raya sebagai tempat musibah, jadikan jalan raya sebagai sajadah untuk mencari berkah Allah SWT,” pesan alumnus Akpol 2007 dengan tiga balok dipundak ini. (**/**)