Tampilkan Menara Air Jember, Undangan Probolinggo Tempoe Doeloe Jadi Sorotan

1571

Probolinggo (wartabromo.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo mengadakan Festival Probolinggo Tempo Doeloe di Museum dr. Moh. Saleh pada Selasa (28/11/2017). Festival itu memantik persoalan, karena pada cover undangannya tercetak foto menara air dan bangunan Pasar Tanjung Jember.

Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan mengaku, baru menyadari cover undangan yang diterimanya tidak mencerminkan Kota Probolinggo jaman dahulu.

Dikatakan, setelah dirinya memeriksa dokumen tugas, Ia mencari gambar menara air Randupangger dan gedung pasar, sebagai referensi busana yang akan dipakainya.

Ternyata, bentuk menara air Randupangger tidak sesuai bentuknya dengan foto undangan. Karena tidak sama, ia kemudian mencarinya di dunia maya melalui internet. Ternyata foto yang tercetak adalah menara air dan bangunan Pasar Tanjung Jember jaman dulu.

“Meski terlihat sepele, ini sebuah kesalahan fatal. Kami akan memanggil dinas terkait untuk klarifikasi masalah ini. Bagaimana hal itu bisa terjadi,” ujar Zulfikar Imawan, Rabu (29/11/2017) siang.

Politisi partai NasDem ini mengatakan, semestinya yang ditampilkan dalam festival itu adalah lokasi atau tempat di Kota Probolinggo sendiri. “Saya hanya mengoreksi sekaligus mengingatkan pihak pemkot terkait kesalahan identifikasi foto di cover undangan Probolinggo Tempoe Doeloe. Entah ini ketidak tahuan dari panitia atau salah mengidentifikasi. Harapan saya ada klarifikasi dari panitia dan jangan sampai kejadian ini terulang,” kata pria yang mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota ini.

Berdasarkan keterangan dari Disbudpar, festival Probolinggo Tempo Doeloe itu dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan khasanah budaya Kota Probolinggo. Berbagai barang-barang tempo dulu ditampilkan dalam acara ini, yang salah satunya tercermin dalam kuliner.

Untuk pelaksanaannya diserahkan kepada Bimasakti sebagai Event Organizer (EO). Sehingga semua hal, termasuk urusan percetakan undangan, merupakan tanggung jawab EO. Disbudpar, tidak tahu menahu karena tidak ikut terlibat secara mendetail, baik itu dari segi desain, hingga pencetakan.

“Memang terjadi kesalahan. Tapi itupun kami tahunya setelah undangan jadi. Saat itu, sudah tercetak semua. Namun karena sudah terlanjur jadi, maka dilanjutkan saja. Hal ini kemudian akan menjadi koreksi untuk event mendatang,” kata Kepala Disbudpar Kota Probolinggo, Agus Effendi. (lai/saw)