Jadi Korban Penganiayaan, Duda Asal Sidodadi Terluka Parah

1024

Probolinggo (wartabromo.com) – Sufyan (34), warga Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, ditemukan terluka tak berdaya, Selasa (16/1/2018) pagi. Belum diketahui penyebab pasti siapa pelaku penganiayaan pada duda muda itu.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan wartabromo.com, Sufyan pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB, oleh sejumlah nelayan yang pulang dari melaut. Saat ditemukan, Sufyan sudah dalam kondisi tak sadarkan diri di bawah sebuah pohon. Pada kepala, bibir dan pelipis kirinya terdapat luka robek. Luka itu diperkirakan berasal dari benda tumpul.

Warga yang menemukan Sufyan kemudian menghubungi pihak keluarga yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari TKP. Karena kondisi Sufyan itu, pihak keluarga kemudian melarikannya ke IGD RSUD Waluyojati Kraksaan untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :   Diikuti Peserta dari 36 Negara, Bromo Marathon Dipastikan Aman Dari Erupsi Gunung Agung

“Pihak keluarga terkejut dan langsung membawa ke rumah sakit. Dia pasti menjadi korban penganiayaan. Beruntung cepat ditemukan sehingga tidak terjadi hal yang fatal. Belum tahu siapa pelakunya,” ujar Ghofur, paman Sufyan di rumah sakit.

Menurut Jumani (50), ibu Sufyan, pada Senin malam (15/1/2019) anaknya itu tengah kerja lembur. Sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa pagi, Sufyan minta dibuatkan kopi agar tidak mengantuk. Selepas itu, pria yang baru 6 bulan bercerai itu, pamit untuk keluar rumah.

“Saya sempat mencarinya, namun karena sudah biasa kerja serabutan, saya pikir dia lagi kerja,” kata Jumani dalam bahasa Madura yang kental.

Hingga saat ini, Sufyan masih dalam perawatan medis di RSUD Waluyo Jati. Dr Sofie Giantari, dokter jaga UGD RSUD Waluyojati, mengatakan, korban masih tidak sadar.

Baca Juga :   Juara Bertahan Bromo Marathon itu Ternyata Peternak Burung asal Singosari

“Korban kehilangan kesadaran, karena banyak luka. Kemungkinan korban luka dalam. Jika melihat lukanya, kami belum tahu apakah penyebabnya benda tajam atau tumpul. Tapi di kepalanya, ada luka seperti bekas habis dibenturkan,” terang Sofie Giantari.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian sektor Paiton. Kapolsek Paiton AKP Riduwan, saat dihubungi wartabromo.com, belum memberikan konfirmasi. (cho/saw)