Warga Pulau Gili Abaikan Larangan Otoritas Pelabuhan

0
195

Probolinggo (wartabromo.com) – Cuaca buruk yang melanda perairan Probolinggo, tak menyurutkan semangat warga Pulau Gili Ketapang untuk menyeberang ke wilayah Kota Probolinggo. Padahal, otoritas Kesyahbandaran Pelabuhan Tanjung Tembaga telah melarang nelayan dan kapal penumpang berlayar.

Larangan dari Syahbandar dilakukan karena selama dua hari terakhir, angin kencang dan gelombang tinggi melanda perairan Probolinggo. Ombak setinggi lebih 2 meter dinilai membahayakan penyeberangan dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Mayangan Kota Probolinggo – Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Meski begitu, kondisi ini tak menyurutkan semangat warga Pulau Gili untuk menyeberang ke wilayah Probolinggo. Mereka beralasan, jika tidak menyeberang, warga tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Gelombang yang mencapai satu hingga dua meter pun, tetap diterjang.

“Bagi kami gelombang tinggi itu sudah biasa. Karena memang sejak kecil sudah bergelut dengan kondisi lautan yang seperti ini. Kalau tidak menyeberang, bagaimana bisa beli barang kebutuhan sehari-hari,” ungkap Ahmad Musta’in, Selasa (23/1/2018).

Biasanya, untuk memenuhi kebutuhan harian warga Gili, didapat dari pasar Niaga, Kota Probolinggo. Otomatis, warga pun nekad menerjang ombak dan angin kencang yang melanda perairan ini. Mereka biasanya berangkat ke Kota Probolinggo saat siang hari dengan mengintai kondisi angin. Sementara, pada malam hari, nahkoda memilih tidak memberangkatkan kapal.

“Warga memang tetap menyeberang walau cuaca buruk. Karena hal tersebut berkaitan dengan roda perekonomian warga. Warga sudah paham dan bisa memperkirakan saat yang tepat untuk berlayar,” kata Kepala Desa Gili Ketapang, Suparyono.

Meski nekad berlayar, warga melengkapi diri dengan pelampung dan alat keselamatan lainnya, seperti life jaket. Sehingga resiko tenggelam bisa diminimalisir. Petugas dari Satpolair Polres Probolinggo pun, memberikan himbauan pada nahkoda kapal sebelum berangkat. (lai/saw)