Kebijakan KPU Probolinggo Diprotes, Ratusan Massa “Bentrok” Dengan Polisi

1021

Probolinggo (wartabromo.com) – Tak puas dengan penanganan kasus di tahapan Pilkada, ratusan massa dari berbagai kecamatan berunjuk rasa. Aksi massa berujung bentrokan dengan pihak keamanan, Selasa (30/1/2018).

Awalnya, ratusan massa itu berdemo secara damai di depan kantor KPU Kabupaten Probolinggo. Mereka menyuarakan ketidak-puasan terhadap keputusan KPU yang menganulir pasangan yang didukung mereka. Setelah sekian lama berorasi, aksi damai itu tiba-tiba berubah anarkis.

Tindakan itu dipicu oleh keengganan komisioner KPU untuk menemui para pengunjuk rasa. Emosi memuncak, membuat mereka memaksa masuk ke kantor KPU. Aksi mereka dihadang oleh anggota polisi yang sejak semula mengawal aksi unjuk rasa ini. Tak ayal bentrokan pun terjadi antara pengunjuk rasa dengan aparat.

Baca Juga :   Sejumlah Desa Sudah Minta Pasokan Air Bersih ke BPBD

Setelah berjibaku selama kurang lebih 30 menit, aparat keamanan dapat memukul mundur pendemo. Bahkan, beberapa orang pendemo yang diduga sebagai provokator diamankan oleh polisi.

“Dalam simulasi ini, yang jadi prioritas adalah bagaimana meredamkan massa yang beringas di kantor KPU Kabupaten Kabupaten Probolinggo,” jelas Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad.

Kapolres mengatakan, penanganan massa ini menjadi salah satu bagian simulasi pengamanan Pilkada yang digelar Polres Kabupaten Probolinggo bersama KPU. Simulasi dilakukan sebagai bentuk persiapan pengamanan berbagai kemungkinan kondisi yang akan dijalani saat hari pemilihan, pemungutan dan perhitungan suara paslon yang ikut bertarung dalam Pilkada Serentak 2018.

“Seluruh regulasi akan dipaparkan melalui simulasi. Kasuistik-kasuistik yang coba dipahami baik oleh kami pihak Kepolisian, penyelenggara pemilu dan masyarakat,” paparnya.

Baca Juga :   Ngaku Khilaf, Ayah Ini "Garap" Anak Kandungnya Hingga Hamil

Sementara itu, Kabag Ops Polres setempat, Kompol J Susanto HS, SH mengatakan simulasi ini dilakukan untuk melatih kesiap siagaan dari personil, apabila terjadi eskalasi meningkat saat Pilkada. Tetapi juga untuk membiasakan personil dalam menghadapi gantibmas saat maupun setelah Pilkada 2018.

Dalam pengamanan Pilkada 2018, Polres Kabupaten Probolinggo menerjunkan 422 personil jajaran Polres Probolinggo. Jumlah diatas belum ditambah dari TNI dan Linmas. Sementara TPS Se-kabupaten Probolinggo sebanyak 1460. Artinya setiap anggota mengamankan 3-4 TPS.

“Ada pola pengamanan yang sudah kita simpulkan. Ada pola bagaimana mengamankan daerah yang aman dan rawan, tentunya akan berbeda pola dan jumlah pengamanannya. Kita ingin menjamin Pilkada 2018 berjalan dengan aman, damai dan lancar,” kata mantan Kabag Ops. Polres Probolinggo Kota ini. (saw/saw)