Keren! Polisi Ini Pakai Kuda Seberangkan Siswa di sungai Rondoningo

515

Probolinggo (wartabromo.com) – Sejak sepekan terakhir, siswa-siswi MI Nurul Islam Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo tak lagi bertaruh nyawa menyeberangi sungai Rondoningo. Mereka kini memanfaatkan kuda milik anggota Polsek Krejengan untuk menyeberangi derasnya arus sungai.

Ya, sejak awal pekan ini Aiptu Purwo Sudar Utomo memanfaatkan kuda warna cokelat keputihan miliknya untuk membantu puluhan siswa yang berada di Dusun Kedung Miri. Setiap pagi, sebelum jam masuk sekolah, Aiptu Purwo sudah berada di lokasi untuk menyeberangkan siswa. Setiap menyeberang setidaknya dua siswa langsung dinaikkan ke punggung kuda.

Seusai menyeberangkan siswa di pagi hari, ia kemudian kembali ke Mapolsek Krejengan. Ketika jam pulang antara oukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB, ia menunggu di lokasi untuk menyeberangkan kembali para siswa.

“Saya ini kan hobi berkuda dan mempunyai kuda tunggangan. Nah kuda itu yang saya manfaatkan untuk menyeberangkan anak-anak agar bisa sekolah. Karena pendidikan mereka tidak boleh terhambat oleh air sungai yang tinggi,” kata Aiptu Purwo, Kamis (8/2/2018).

Selama ini, puluhan siswa-siswi yang berdomisili di Dusun Kedung Miri, selalu terisolir jika air Sungai Rondoningo meluap. Mereka terpaksa tak masuk sekolah, karena akses satu-satunya adalah menyeberangi sungai. Apalagi saat ini, di musim penghujan debit airnya selalu tinggi dan membahayakan siswa jika harus menyeberangi sungai.

“Tentu memmbutuhkan kehati-hatian orang tua dan siswa yang hendak menyebrang. Sebab itulah, saya kemudian memanfaatkan kuda untuk membantu mereka. Mudah-mudahan, upaya ini memacu siswa dalam mencari ilmu pengetahuan,” ujar pria yang menjabat sebagai Kanit Intelkam Polsek Krejengan ini.

Upaya dari polisi itu, disambut baik oleh warga sekitar. Dengan adanya polisi yang ikut menyeberangkan tersebut, bisa meringankan beban orang tua mereka. Karena biasanya siswa dan orang tua siswa harus melewati sungai yang menurutnya arus deras.

“Sebenarnya ada jalan lain yang lebih aman, namun harus memutar dengan jarak sekitar tiga kilometer. Biasanya siswa disini terpaksa tidak sekolah, jika debit air tinggi. Karena arus hulu sungai Rondoningo selalu banjir jika musim hujan,” tutur Pariyanto, warga sekitar. (cho/saw)