Tim Khusus Dibentuk, Jalan Berlubang di Wilayah Pasuruan Mulai Ditambal

0
273

Pasuruan (wartabromo.com) – Tim khusus bentukan Bupati Pasuruan, dengan tugas utama mengurai persoalan jalan rusak, langsung action. Sehari setelah dibentuk, jalan berlubang di sejumlah titik wilayah Kabupaten Pasuruan, sudah mulai dilakukan penambalan.

Terpantau, upaya penambalan dilakukan di sepanjang jalan Karangmakam-Banyubiru, Desa Bandaran Kecamatan Winongan. Penambalan dilakukan dengan melakukan pengurugan pasir berbatu (sirtu) pada tiap-tiap jalan berlubang.

Keputusan menggunakan matrial sirtu, diperkirakan sebagai upaya kedaruratan, sampai kemudian akan dilakukan perbaikan secara permanen, setelah pengerjaan proyek nasional seperti SPAM Umbulan hingga tol, tuntas.

Dilaporkan, sejak pagi hingga sore ini, para pekerja terus menyiisir jalan-jalan yang rusak, hingga kemudian melakukan penambalan, bersifat sementara itu.

Upaya tersebut, sepertinya sengaja dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal tak terduga, seperti kecelakaan yang dialami warga, sebagaimana keluhan selama ini.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan, upaya ini merupakan bagian dari tugas tim khusus yang dibentuk Bupati Pasuruan kemarin.

“Ya, hari ini sudah action. Lebih detail Pak Sekda dan Asisten. Kami di Forkopimda akan pantau terus progressnya,” ujar Sudiono Fauzan.

Kegiatan yang sama juga terlihat di sejumlah jalan raya wilayah Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Titik-titik lubang jalan diurug sirtu hingga untuk sementara waktu, dikatakan cukup memberikan rasa aman pengguna jalan.

Diwartakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, membentuk tim khusus untuk mengurai persoalan jalan rusak, Rabu (7/2/2018). Tim, selain dari Pemkab Pasuruan, juga melibatkan personil TNI, Polri, terutama pelaksana proyek Umbulan dan proyek tol.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menegaskan, urgensi dibentuknya tim khusus itu, sebagai upaya penanganan dampak pengerjaan dua proyek nasional, yakni SPAM Umbulan dan Tol yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Tim tersebut diharap mampu memenuhi tuntutan dan kegelisahan warga, terhadap dampak proyek strategis nasional, khususnya terkait jalan rusak. (ono/ono)