Tak Ada Firasat, Paman Ini Akui Keponakannya Tiba-tiba Muncul Dari Dasar Sungai Gembong

588

Pasuruan (wartabromo.com) – Paman bocah 10 tahun yang hilang tenggelam saat bermain di sungai Gembong tak menyangka menemukan korban. Ia mengaku tidak ada firasat, karena keponakannya tiba-tiba muncul dari dasar sungai, saat berada di belakang Pabrik Karton, Kota Pasuruan, Senin (26/3/2018)

“Ketika saya sedang ngobrol dengan warga, tiba-tiba korban muncul berdiri di tepi sungai, seketika itu saya langsung terjun ke sungai mengangkat korban,” ujar Qudbudin Aybak, Paman korban.

Diceritakan Udin (sapaan akrabnya), ia yang berasal dari Kediri baru tiba di Pasuruan sekira pukul 01.00 WIB dinihari. Saat itu Udin bersama saudaranya langsung menuju lokasi hilangnya Ibra dan terjun ke sungai tersebut.

“Merinding mas, waktu jam satu malam ke lokasi hilangnya korban,” terang Udin.

Belum terlihat tanda-tanda korban, akhirnya setelah sholat subuh Udin bersama ayah korban melanjutkan pencarian menuju jembatan Margo Utomo, dengan maksud melihat keadaan sungai sembari berjalan menelusuri tepi sungai untuk mencari korban.

Dilanjutkan, pukul 08.00 WIB Udin tiba di belakang Pabrik Karton dan bermaksud untuk beristirahat sebentar. Paman Moch Ibrahim Al-Hajj tersebut beristirahat, berbincang dengan salah seorang warga sekitar.

Saat itu, tiba-tiba saja keponakan kesayangannya muncul dari dasar sungai dan terlihat berdiri. Udin yang masih kaget, langsung saja terjun ke sungai mengangkat jenazah korban.

“Ketika saya gendong langsung saya bawa ke rumah. Ini Ibra keponakan saya,” serunya mengulang kalimat saat itu.

Korban langsung digendong ke rumah duka di Lingkungan Kebonjaya, RT 3 RW 6, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Setibanya di rumah duka, ibu Korban pingsan dan ayah korban hanya bisa pasrah melihat sang buah hati pulang dalam keadaan tak bernyawa.

“Pihak keluarga juga sudah ikhlas atas kepergian Ibra,” katanya kemudian.

Diwartakan sebelumnya, Moch. Ibrahim Al Hajj, bocah berusia 10 tahun ini hilang saat bermain perahu dari pohon pisang bersama temannya Minggu (25/3/2018) pukul 11.30 WIB. Hampir sembilan jam lamanya anggota Tim SAR BPBD beserta relawan dan warga menyisir sungai Gembong, baik jalur air maupun jalur darat. (wil/may)