11 Tahun Was-was Kendarai Motor, Pria Difabel asal Lumajang Akhirnya Miliki SIM

679

Pasuruan (wartabeomo.com) – Seorang pria difabel akhirnya mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Kini, ia lebih leluasa kendarai motornya, setelah sebelas tahun was-was, lantaran tak miliki SIM.

Goto Wiyono terlihat tersenyum lega, saat keluar dari ruang SIM di Satpas Polres Pasuruan, Kamis (29/3/2018). Pria 29 tahun ini merupakan penderita difabel, memiliki usaha servis handphone (hp). Kaki kirinya cacat dari lutut sampai telapaknya. Sedangkan, kaki kanannya, cacat di bagian telapak. Sepertinya kondisi itu membuat Goto tetap bertahan dan tidak mempengaruhi kegiatan sehari-hari.

Untuk mobilitas, ia memilki motor, meski dimodifikasi menjadi roda tiga, hingga memudahkannya. Goto, sebenarnya berasal dari Lumajang, namun, ia sengaja mengurus SIM di Pasuruan.

“Saya tidak tenang kalau belum punya SIM. Kemarin, teman bilang, mengurus SIM di Pasuruan lebih mudah dan nyaman,” kata Goto.

Pengalaman mengurus SIM, baru kali ini dirasakan. Goto mengaku kurang pede (percaya diri) dan memahami bila orang berkebutuhan khusus seperti dirinya ini bisa memiliki SIM.

“Ternyata ada SIM khusus penderita cacat. Namanya SIM D, dan allhamdulillah saya punya SIm,” imbuhnya.

Sekarang, ia tidak khawatir saat berkendara. Selama ini, ia dihantui rasa khawatir saat berkendara, karena telah diberi kesempatan mengurus SIM. “Terima kasih. Meski saya tidak normal, bukan berarti ada dispensasi,” kata Goto.

Diungkapkan sebelumnya, Goto berasal dari Dusun Krajan, Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Pria bujangan ini sedang menjalani terapi, perawatan untuk penyembuhan kelainan disiknya di Bangil.

“Saya ke Bangil, Pasuruan untuk terapi kondisi saya ini segera pulih. Seringnya, dari Lumajang, saya Pulang-Pergi naik motor roda tiga ini,” ungkapnya.

Sementara, Kanit Reg Ident (KRI) Satlantas Polres Pasuruan Iptu Yudhi Anugerah menegaskan, pihaknya tidak membedakan layanan kepada warga yang hendak mengurus SIM. Ia memastikan tidak ada perlakuan khusus, diberikan kepada Goto, mulai ikut tes kesehatan, tes tulis dan tes praktik.

‘Karena dia lolos tes, dia berhak mendapatkan SIM D ini,” katanya.

Ia mengapresiasi kegigihan Goto. Meskipun memiliki keterbatasan, ia mau bersusah payah, bahkan dari Lumajang ke Pasuruan untuk mengurus SIM. “Bikin SIM sangat mudah. Ayo yang belum punya SIM, silahkan datang ke sini,” kata Yudhi memungkasi. (man/ono)