Gawat! Sudah Tiga Kali, Listrik Padam Ganggu Ujian di MA Darul Ulum Karangpandan

376

Pasuruan (wartabromo.com) – Untuk kali ketiga, listrik padam dialami peserta UAMBN-BK (Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer) di MA Darul Ulum Karangpandan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (29/3/2018). Siswa siswi pun resah, takut nasib hasil ujiannya.

“Ini sangat menghambat saya. Bahasa arab saja tidak bisa, apalagi listrik mati,” kata Ainun Nafia, peserta ujian.

Ujian berbasis komputer, diakui cukup bisa memberikan semangat siswa-siswi, untuk lebih fokus selain mencoba mengembangkan diri dalam belajar. Tapi, bila ujian terus terganggu adanya pemadaman listrik, siswa pun mengakui dihantui jebloknya nilai ujian.

Bersama siswa lain, Nafia berharap PLN dapat lebih bijak dengan memahami, bila saat ini adalah masa krusial, karena menyangkut penilaian maupun prestasi selama belajar di sekolah.

Sementara, guru MA Darul Ulum Karangpandan, Ghufron mengaku geram dengan pemadaman listrik kali ini. Pasalnya, peristiwa yang dialami di sekolahnya sudah kali ketiga terjadi. Hal ini, seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama tanggung jawab PLN.

“Masih kemarin diberitakan, sekarang sudah mati lampu lagi,” geram Ghufron.

Dijelaskan, listrik padam di MA Darul Ulum Karangpandan, terjadi sekitar 30 menit, siswa siswi mengerjakan ujian. Kontan saja, terjadi kepanikan siswa, karena tidak bisa mengerjakan soal-soal yang disajikan.

Setelah beberapa waktu, pihak sekolah akhirnya juga tergopoh-gopoh mencari UPS, agar listrik tetap nyala dan ujian berlangsung kembali.

Hanya saja, lantaran cadangan listrik UPS terbatas, peserta ujian, terutama siswa laki-laki terlihat sudah mulai asal dan terburu-terburu mengerjakan soal Bahasa Arab pagi ini.

“Ya seperti kemarin memaksimalkan Ups. arek lanang lanang nggarape model kilatan wes (siswa laki-laki, menggarap soal ujian terburu-buru),” imbuhnya.

Sekedar diketahui, listrik padam di tengah berlansungnya ujian di MA Darul Ulum Karangpandan sudah tiga kali terjadi. Pertama, pada Selasa, 27 Maret 2018; kemudian Kamis 29 Maret 2018; dan pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB.

Ditegaskan, sampai saat ini pihak sekolah tidak menerima penjelasan terkait adanya pemadaman listrik oleh PLN. Listrik mati juga dikatakan mendadak, tanpa ada oemberitahuan dan alasan. (ono/ono)