Membahayakan, Polisi Pasang Police Line Sungai Prono

632

Probolinggo (wartabromo.com) – Keberadaan sumur (sipon) di tengah-tengah Sungai Prono, Desa Sumber Bulu, Kecamatan Tegal Siwalan, Kabupaten Probolinggo, membuat banyak warga berdatangan, bahkan, banyak diantaranya turun ke lubang Sipon. Dinilai membahayakan, Polres Probolinggo pun memasang garis polisi (police line) di pinggir sungai.

Pemasangan police line itu dilakukan pada Kamis (5/4/2018) sekitar pukul 8.00 WIB. Police line itu dipasang di pinggir Sungai Prono untuk mencegah terjadinya korban jiwa. Tak hanya police line, petugas juga memasang papan himbauan larangan mandi, memancing dan masuk ke area sungai. Larangan itu, berlaku bagi semua warga, kecuali petugas kepolisian dan juru pengairan.

Menurut Kapolsek Tegal Siwalan, AKP. Jamal, ada beberapa hal, menjadi pertimbangan penutupan lokasi yang viral di medsos itu.. Salah satunya adalah banyaknya pengunjung yang berswafoto di lokasi tersebut. Tak hanya berswafoto, mereka bahkan turun dan masuk ke dalam Sipon (Syphon).

“Tadi langsung dipimpin bapak Kapolres (AKBP. Fadly Samad, red). Ya untuk mencegah terjadinya kecelakaan di lokasi tersebut. Karena perilaku pengunjung sudah melebihi batas, yakni sampai turun dan masuk ke Sipon itu. Sebab, tempat tersebut fungsinya bukan wisata melainkan untuk saluran irigasi,” ujar AKP. Jamal.

Di lain pihak, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarif mengakui, sebelum penutupan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian. Selain itu, juga berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Jawa Timur, selaku dinas yang memegang wewenang sungai itu.

“Salah satu usulan kami adalah penutupan akses sungai itu dari warga umum, selain petugas pengairan. Serta pembuatan papan himbauan yang dipasang di sekitar area. Karena dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa, jika sampai tenggelam di lokasi itu,” ujar Oemar melalui telepon selulernya.

Diketahui lubang di tengah-tengah aliran sungai Prono itu, dalam bahasa teknik dinamakan Sipon (syphon) atau Lubang Air (Spillway). Yakni saluran sungai yang dibangun di bawah permukaan sungai. Air lancar mengalir tanpa memerlukan pompa lagi, karena energi air sudah keluar dengan sendirinya karena bekerja dengan sistem gravitasi dan tekanan.

Sipon yang dibangun pada masa kolonial itu, difungsikan sebagai saluran pembuangan untuk menanggulangi banjir. Sipon di tengah Sungai Prono mendadak heboh setelah diupload ke medsos. Warga yang tahu dari medsos banyak yang mendatangi sungai tersebut untuk sekadar melihat dan berswafoto. (fng/saw)