Harga Bahan Pokok di Pasuruan Terpantau Stabil

1456


Pasuruan (wartabromo.com) – Harga bahan bahan pokok di wilayah Kabupaten Pasuruan terpantau stabil. Tidak ditemukan adanya lonjakan harga, yang kerapkali terjadi menjelang lebaran.

Stabilitas harga tersebut, diketahui ketika Plt Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayudha melakukan pantauan langsung ke sejumlah pasar besar atau pasar tradisional pada Kamis (04/06/2018).

Pagi itu, Gagah, panggilan akrabnya, didampingi OPD (organisasi perangkat daerah) terkait seperti Disperindag, Bagian Perekonomian, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan OPD lainnya, plus Bulog, Polres Pasuruan dan Kodim 0819 Pasuruan.

Rombongan memulai di Pasar Winongan dan langsung menyusuri los penjual daging, cabe, dan beras. Hasilnya, seluruh komoditas penting yang kerapkali mengalami kenaikan harga, justru tetap stabil.

Begitu pula ketika berpindah ke Pasar Ranggeh. Seluruh komoditi penting, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, bawang, cabai dan daging masih stabil.

“Semuanya stabil. Dan Insya Allah akan terus berlangsung sampai lebaran. Kalaupun ada kenaikan, biasanya pas prepekan (sehari menjelang lebaran) saja,” kata Gagah.

Meskipun stabil, Pemkab Pasuruan tetap melakukan monitoring. Kata Gagah, sejumlah upaya untuk menstabilkan harga sembako sudah dilakukan, mulai dari operasi pasar, pasar murah ramadhan hingga monitoring rutin.

“Mulai awal Ramadhan sudah kita lakukan operasi pasar, belum lagi pasar murah yang kita gelar di sejumlah wilayah, semuanya untuk membantu masyarakat dalam mengantisipasi kenaikan harga,” tambahnya.

Sementara itu, Lilik Widji Asri, Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Pasuruan menjelaskan, seluruh harga sembako masih stabil. Tercatat, beras medium dijual dengan harga Rp 8500/kg, gula pasir Rp 10.000/kg, telur seharga Rp 21.000.

Untuk daging ayam masih di kisaran Rp 38.000/kg, daging sapi antara Rp 105.000-Rp 110.000/kg. Sedangkan, bawang merah Rp 18.000/kg, bawang putih Rp 20.000, cabe merah Rp 24.000/kg, dan cabe kecil Rp 25.000/kg.

Menurutnya, stabilnya harga sembako disebabkan beberapa hal, salah satunya adanya panen raya padi, jagung dan pangan lainnya sehingga stok melimpah.

“Semuanya masih stabil karena banyak petani yang baru panen. Bulog juga masih banyak stok beras nya,” ungkap Lilik. (mil/ono)