Terdampak Tol Paspro, Puluhan Infrastruktur Diperbaiki

1050


Probolinggo (wartabromo.com) – Puluhan infrastruktur terdampak tol Pasuruan Probolinggo (Paspro) yang ada di kawasan Kabupaten Probolinggo akan dibenahi. Pembenahan itu dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan pihak tol Paspro menandatangani nota kesepahaman.

Perbaikan itu terjadi setelah Pemkab bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Pasuruan Probolinggo (Paspro), PT Trans Jawa Jalan Tol, dan PT Waskita Karya menandatangani nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding). Sebab, banyak fasilitas publik yang kerusakan terimbas pembangunan jalan tol Paspro.
Sebagai langkah awal, pada Rabu (6/6/2018) lalu, tim melakukan survei lapangan. Survei itu dimulai dari titik nol di Kecamatan Tongas hingga Kecamatan Leces. Dari hasil survei itu, ada sekitar 96 titik yang akan dibenahi sesuai kesepakatan bersama.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, dari laporan yang dibuat tim Pemkab setidaknya ada 128 titik-titik terdampak tol. Namun, setelah dilakukan verifikasi secara seksama, hanya sekitar 96 saja yang perlu dibenahi. Puluhan titik yang rusak akibat pembangunan jalan bebas hambatan itu, akan dilakukan Juli hingga Desember mendatang.

“Mulai dari infrastruktur jalan, irigasi, dan sebagainya. Namun yang paling banyak adalah kerusakan infrastruktur jalan. Pembenahan titik terdampak ini merupakan inisiatif pemkab dengan melakukan nota kesepahaman dengan pihak tol Paspro,” kata Tutug.

Sementara itu, PPK Tol Paspro dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Agus Minarno, mengatakan target pembenahan hingga Desember itu harus selesai. Walau sedang melaksanakan pembenahan, pembangunan jalan tol tetap berlangsung.

“Pengerjaan pembenahan insfrastruktur yang terdampak pembangunan tol Paspro akan dibenahi mulai bulan depan hingga Desember,” ujarnya.

Pria asal Pamekasan Madura ini, juga meminta maaf kepada masyarakat. Sebab rencana fungsional tol Paspro untuk mudik batal dilakukan. Alasan utamanya karena jalan ini belum layak dilalui kendaraan.

“Sesuai kesepakatan bersama antara pelaksana dan Kementerian PU-Pera, tahun ini masih belum bisa digunakan mudik,” tutur Agus.

Selain Tol Paspro, jalan tol lain yang tidak bisa dilakukan fungsional selama Lebaran di Jawa Timur adalah proyek tol Krian-Legunsi-Bunder-Manyar (KLBM) Gresik. Untuk memfungsionalkan jalan tol, salah satunya menyesuaikan dengan rekomendasi PT Waskita Karya sebagai pelaksana.

“Di beberapa titik masih ada yang belum diselesaikan,” tandas Agus. (fng/saw)